Warga Apresiasi BPJS Keliling, Jemput Bola Sampai ke Pelosok Desa 

Irwan
Irwan
13 Okt 2025 11:53
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id, BULUKUMBA- Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengapresiasi BPJS kesehatan melakukan jemput bola sampai ke desa-desa untuk upaya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

Puluhan warga memenuhi kantor desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang untuk melakukan pengurusan dan konsultasi terkait BPJS langsung ke petugas kantor BPJS kabupaten Bulukumba, Senin 13 Oktober 2025.

Kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali kepada wartawan mengatakan sangat mengapresiasi BPJS kesehatan yang turun langsung ke desa-desa untuk melakukan penjemputan bola.

Menurut Opu sapaan akrab Kades Bontonyeleng BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan inovasi dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

“Terimakasih kepada BPJS yang sudah beberapa kali datang ke Bontonyeleng untuk melayani warga peserta jaminan kesehatan nasional (JKN).

“BPJS Keliling merupakan salah satu layanan tatap muka untuk memudahkan peserta JKN mengakses layanan administrasi, tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan,” kata Opu saat ditemui di kantor desa Bontonyeleng.

Umar (50) seorang peserta JKN yang berdomisili di dusun Paobencenge mengatakan konsep jemput bola yang mendekatkan layanan JKN ini sangat membantu dirinya dalam mengakses layanan kesehatan.

“Sudah sejak satu minggu lalu saya mau pergi ke kantor BPJS Kesehatan di kota Bulukumba, tetapi ragu karena jaraknya yang jauh. Ketika saya mengetahui bahwa akan ada kegiatan BPJS Keliling di desa saya, saya langsung melengkapi berkas dan pergi ke lokasi,” kata Umar yang juga seorang petani.

Sementara itu Naim (57) peserta JKN asal dusun Jokka mengungkapkan upaya BPJS Kesehatan melalui BPJS Keliling ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendaftar, namun meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap Program JKN.

“Selaku warga desa Bontonyeleng saya merasa senang dengan adanya kegiatan BPJS Keliling ini, karena bagi saya ini sangat membantu bagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok,” kata Naim saat ditemui di kantor desa Bontonyeleng.

Naim bersama istrinya merasa penting untuk terdaftar aktif sebagai peserta JKN karena kita tidak tahu kapan akan terkena penyakit.

“Sekarang kalau mau berlaku umum saat dirawat di RS atupun di Puskesmas bulan sedikit biayanya, jadi beruntung kita sebagai masyarakat kalau ada BPJS,” ujarnya.

Naik mengatakan tak ingin ketika sakit tidak memiliki jaminan kesehatan yang berdampak pada perekonomian keluarganya. Apalagi banyak penyakit yang dapat di-cover menggunakan JKN, terutama untuk proses persalinan.***