Ilustrasi garis polisi (foto-int)RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Kasus penemuan mayat seorang pria di depan rumah warga di desa Bontomatenne, kecamatan Rilau Ale, kabupaten Bulukumba September 2025 lalu memasuki babat baru.
Penyidik Tindak Pidana Umum (PIDUM) satuan Reserse polres Bulukumba telah memeriksa seorang saksi kunci dalam tewasnya Sarman (40) secara misterius di desa Bontomatenne.
Kasat Reskrim polres Bulukumba Iptu Muhammad Ali melalui kasi Humas AKP H Marala kepada wartawan mengatakan kalau saksi kunci berinisial SW yang juga tetangga rumah tempat korban pertama kali ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Dari 15 orang saksi yang kita periksa , salah satunya adalah SW saksi kunci dalam kasus ini,” kata H Marala, Jumat 3 Oktober 2025.
H Marala mengatakan dalam keterangan kepada penyidik , SW mengaku kalau korban adalah teman dekatnya.
Malam sebelum ditemukan korban sempat masuk ke rumah SW , namun saat itu korban langsung kejang-kejang dan jatuh ke lantai diatas rumah panggung miliknya.
Setelah jatuh pingsang di dalam rumah, saksi SW kemudian memeriksa hidung korban dan sudah tidak bernafas lagi, dia kemudian mencoba menarik mayat korban dari atas rumah dan kemudian dipindahkan ke depan rumah tetangganya.
“SW memiliki suami dan dua orang anak, saat itu suaminya tidak ada di rumah, karena takut ketahuan dia memindahkan mayat korban ke depan rumah tetangganya malam itu,” katanya.
Bahkan kepada polisi SW mengaku hubungan dekat antara dia dan korban sudah terjalin sejak lama dan bahkan dia mengaku kerap bertemu korban di rumahnya.
Handphone milik saksi SW dan korban telah disita, dalam ponsel tersebut polisi penemukan adanya video call (VC) antara korban dan SW.
“Sebelum korban ke rumah SW memang sudah baku telponan melalui video call,” ungkap H Marala.
Dari hasil pemeriksaan tersebut SW saat ini masih diwajib lapor di polres Bulukumba, namun yang bersangkutan masih sebatas saksi kunci dalam kasus ini.
Sampai saat ini belum ada satupun pelaku yang ditetapkan oleh pihak kepolisian karena masih menunggu hasil laboratorium RS Bhayangkara Makassar.
“Kami berharap keluarga korban tetap bersabar, kasus ini masih terus berproses dan menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Makassar,” katanya.
Setelah hasil visum diterima maka polisi akan melakukan gelar perkara dan akan mengumumkan hasilnya.
“Saya tekankan kepolisian akan bekerja secara profesional,” ungkap H Marala lagi.
Keseriusan polisi dalam mengungkap misteri Kematian korban dengan mendatangi pihak korban ke rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan ini dilakukan untuk mempercepat proses sehingga penyidikan.***