Ketfo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bulukumba saat menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan RUBRIKNEWS.id, BULUKUMBA- Musim kemarau di Kabupaten Bulukumba masih berlangsung dan diperkirakan berlanjut hingga akhir Oktober. Sementara hujan dengan intensitas normal baru diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir November 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih menunjukkan dominasi kemarau.
Pada Rabu, 7 Oktober 2026, suhu di Bulukumba mencapai sekitar 33 derajat Celsius dengan peluang hujan yang masih sangat rendah.
“Untuk Bulukumba, kemarau masih lanjut diprediksi,” kata Andi Hasbullah saat dikonfirmasi, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurutnya, kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut turut dipengaruhi fenomena El Nino yang cukup kuat.
Untuk wilayah Sulawesi, termasuk Bulukumba, kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Memasuki pertengahan Oktober hingga akhir November, wilayah Sulawesi mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan.
Di Bulukumba, hujan diperkirakan mulai muncul secara bertahap pada pekan ketiga Oktober. Namun, hujan pada fase awal diperkirakan masih bersifat ringan dan lokal.
“Awal hujan efektif diperkirakan minggu ketiga Oktober mulai ada hujan ringan. Tapi hujan normal baru diperkirakan pertengahan sampai akhir November 2026,” jelasnya.
Kondisi kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat. BPBD Bulukumba pun masih melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan data BPBD Bulukumba, distribusi air bersih telah menjangkau delapan kecamatan dan 23 desa/kelurahan.
Total penerima mencapai 1.009 kepala keluarga atau 3.788 jiwa. Sementara volume air bersih yang telah disalurkan mencapai 473.300 liter.
Untuk menjangkau wilayah terdampak, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengerahkan mobil tangki sebagai unit bergerak untuk mendistribusikan air bersih ke permukiman warga.
Selain mobil tangki, BPBD juga menyiapkan tiga unit mobil operasional yang dilengkapi tandon berkapasitas 1.000 liter. Kendaraan tersebut digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi mobil tangki berukuran besar.
“Distribusi air bersih setiap hari mengalami peningkatan titik suplai ke warga,” ujarnya.
Andi mengatakan, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air akibat kemarau.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kita sama-sama berdoa agar hujan segera turun,” harapnya.****
Tidak ada komentar