Wabup Bulukumba Murka, Kantor ASDP Bira Mirip Tempat Pembuangan Sampah

Irwan
Irwan
31 Agu 2026 17:28
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Wakil Bupati Bulukumba, HA Edy Manaf, naik pitam saat meninjau kondisi Pelabuhan termasuk kantor ASDP pelabuhan Bira Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang jorok dan mirip lokasi pembuangan sampah.

Bukannya menemukan fasilitas pelayanan yang rapi dan nyaman, Edy Manaf justru mendapati sejumlah sudut pelabuhan dalam kondisi memprihatinkan. Sampah terlihat berserakan, ruang tunggu penumpang kotor, sementara fasilitas toilet juga mengalami masalah.

Kondisi tersebut membuat orang nomor dua di Kabupaten Bulukumba itu geram.

“Sampahnya di mana-mana. Ya Allah, kayak tempat pembuangan sampah di sini,” kata Edy Manaf saat melihat kondisi pelabuhan.

Tak hanya menyoroti kebersihan, Edy Manaf kemudian berkeliling ke sejumlah ruangan untuk memastikan aktivitas pelayanan di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

Ia bahkan mencari kepala UPTD yang disebut bernama Ikrar.

“Siapa kepala UPTD-nya?” tanya Edy Manaf.

“Ikrar,” jawab salah seorang anggota ASDP.

Edy kemudian mempertanyakan keberadaan kepala UPTD tersebut di kantor.

“Tidak pernah masuk?” tanyanya lagi.

Mendapat jawaban tersebut, Edy semakin mempertanyakan pengelolaan kantor dan keberadaan personel yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ternyata UPT juga jarang di tempat ini (ngantor), personelnya juga kita tidak tahu mau cari di mana,” ujar Edy.

Dalam peninjauan itu, Edy Manaf hanya mendapati dua orang agen perempuan yang sedang berjaga.

Namun, sikap keduanya saat menerima pertanyaan juga tak luput dari teguran. Saat berbincang dengan Edy, keduanya terlihat duduk sambil mengangkat kaki.

“Di atas kakinya, ya, kalau menerima tamu,” tegur Edy Manaf sebelum meninggalkan lokasi.

Edy Manaf menegaskan, Pelabuhan Bira merupakan salah satu pintu masuk dan keluar masyarakat maupun wisatawan yang hendak menyeberang dari Bulukumba menuju berbagai daerah.

Karena itu, kondisi kantor, kebersihan lingkungan, hingga fasilitas penunjang pelayanan dinilai harus mendapat perhatian serius.

“Pusat informasi, ini kantor harus baik. Fasilitasnya diperbaiki,” tegasnya.

Menurut Edy, pengelolaan pelabuhan semestinya tidak hanya berorientasi pada pendapatan. Sebagai salah satu fasilitas yang menghasilkan pemasukan, pengelola juga dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan aset dan fasilitas yang digunakan masyarakat tetap terawat.

Ia menyayangkan apabila pendapatan yang diperoleh tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan.

“Ini kantor yang memiliki pendapatan, tetapi ternyata tidak berkontribusi kepada aset, yang muaranya pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Edy meminta kondisi tersebut segera dibenahi. Menurutnya, kebersihan, kelayakan fasilitas, kedisiplinan petugas, serta kualitas pelayanan merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.

Terlebih, Pelabuhan Bira menjadi salah satu kawasan penting bagi mobilitas masyarakat dan wisatawan di Bulukumba.***