Ilustrasi (foto-int) RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Fenomena prostitusi online diduga kian marak menyasar sejumlah hunian sementara atau kos-kosan di wilayah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hasil penelusuran media pada kamis 6 Mei 2026 melalui aplikasi MiChat atau yang kerap disebut aplikasi hijau, terpantau adanya sejumlah akun yang menawarkan jasa kencan dengan sistem transaksi daring.
Pantauan titik temu di kos-kosan, terutama yang beralokasi di sejumlah titik di kota Bulukumba.
Salah seorang warga Bulukumba yang tidak mau disebutkan namanya mengaku dalam sebulan dirinya biasa menggunakan jasa aplikasi hijau untuk mendapatkan perempuan yang bisa ditemani kencan.
” Saya biasa jemput di kos-kos atau bisa langsung main disana ataupun saya bawah ke hotel atau penginapan,” Katanya.
Mengenai tarif dia mengaku biasanya Rp350 hingga Rp500 ribu sekali main, namun harga tersebut sesuai dengan umur dari wanitanya.
Sementara itu kepala satuan polisi pamon praja (Kasatpol PP) kabupaten Bulukumba Andi Ashadi mengatakan setelah dirinya dilantik beberapa hari lalu dirinya telah menyusun renops terkait pelanggaran pelanggaran perda yang ada di Kabupaten Bulukumba di mana salah satunya adalah adanya dugaan kos-kosan yang dijadikan tempat transaksi melalui aplikasi michat.
Menurut Andi Gatot sapaan Akrab Kasatpol PP pada tanggal 1 kemarin, satpol pp telah mengaktifkan kembali patroli dan piket Mak yang bertujuan untuk menciptakan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Bulukumba khususnya di wilayah kota.
“Kami akan segera tindak lanjuti laporan warga terkait adanya dugaan kos-kosan dijadikan tempat transaksi dan pekerja seks di Bulukumba,” Tegas Andi Gatot. ***