Pohon Tumbang, Polisi Lalulintas Turun Atur Kemacetan

Irwan
Irwan
21 Jan 2026 20:47
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Anggota satuan lalulintas polres Bulukumba, Sulawesi Selatan turun langsung melakukan pengaturan lalulintas di lokasi pohon tumbang di Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Rabu 21 Januari 2026.

Kasat lantas polres Bulukumba AKP H Muh Nawir yang dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya mengatakan setelah pihaknya mendapatkan laporan adanya pohon tumbang di jalan poros Bijawang, kecamatan Ujung Loe langsung bergerak ke lokasi.

” Saya minta anggota bersama sejumlah perwira untuk turun ke lokasi untuk mengatur lalulintas karena sempat macet,” kata H Nawir.

Menurut H Nawir kalau saat berada di lokasi kondisi arus lalulintas masih lumpuh karena pohon besar yang tumbang membuat jalur jalan nasional yang menghubungkan antara kabupaten Bulukumba dan beberapa kabupaten lainya tidak bisa dilewati.

“Sempat kendaraan dari dua arah baik dari kabupaten Sinjai ke Bulukumba dan sebaliknya sempat tertahan lama, karena menunggu evakuasi petugas BPBD, masyarakat di bantu pihak kepolisian,” Kata H Nawir.

Kasat lantas menghimbau kepada seluruh pengendara untuk tetap berhati-hati dalam berkendara di jalan raya, apalagi saat ini mau masuk musim hujan dan angin kencang.

Pohon berukuran raksasa yang tumbang di jalan Poros Bulukumba-Sinjai tepatnya di dekat jembatan Kirasa, Desa Bijawang, kecamatan Ujung Loe membuat arus lalulintas di jalan nasional tersebut lumpuh total selama beberapa jam.

Puluhan kendaraan dari arah Sinjai ke Bulukumba dan sebaliknya harus menunggu lama saat proses evakuasi pohon tumbang tesebut.

Alam (27) warga desa Seppang yang melintas di lokasi mengatakan kalau kemacetan terjadi beberapa ratus meter saat peristiwa pohon tumbang di tepi jalan,” katanya, Selasa 21 Januari 2026.

“Saya tadi rencana mau ke warkop di kota Bulukumba,namun berhenti dulu karena jalan macet dan lumpuh.

Arini (25) seorang pengendara sepeda motor dari arah Bulukumba ke Sinjai mengaku kalau masih banyak pohon yang rawan tumbang di lokasi yang sama.

“Harusnya dinas terkait seger bergerak untuk melakukan penebangan pohon tumbang, tidak hanya di kota, tapi di tempat lainya.

“Jangan nanti ada korban baru mau melakukan penebangan dan pemangkasan pohon di tepi jalan,” kata Arini.

Sebelumnya di bulan Desember 2025 lalu pohon tumbang juga terjadi tidak jauh dari lokasi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tesebut, namun aktivitas lalulintas menjadi lumpuh.***