Terminal Bayangan Bebas Beroperasi di Bulukumba, ini Kata Dishub 

Irwan
Irwan
1 Okt 2025 15:02
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Terminal tidak resmi atau biasa disebut terminal bayangan diduga masih diminati warga untuk menumpang antara kota di kabupaten Bulukumba, ini dibuktikan dengan bebasnya mobil angkutan menaikkan dan menurunkan penumpang.

Dari pantauan tubriknews.id, di jalan poros Bulukumba-Bantaeng tepatnya di Bintarore mulai dari batas kota sampai sekitar kantor pajak pratama setiap harinya terlihat aktivitas terminal bayangan beroperasi.

Bahkan para penumpang jurusan Bulukumba-Makassar lebih memilih terminal bayangan dibadingkan menumpangi mobil di dalam terminal induk di jalan Samratulangi kota Bulukumba.

“Kalau di dalam terminal ambil mobil lama pak, tapi kalau di di Bintarore cepat berangkat ke tujuan tidak perlu lagi antri,” ujar Desi seorang karyawati swasta yang menggunakan jasa angkutan Bulukumba ke Makassar, Rabu 1 Oktober 2025.

Desi mengaku selama ini dengan adanya terminal penumpang di Bintarore, kecamatan Ujung Bulu sangat membantu penumpang yang ingin ke Makassar, selain cepat juga tidak perlu lama antri.

“Disini mobil angkutan biar tidak penuh muatan langsung berangkat, beda biasa di terminal nanti penuh mobilnya penumpang,” Ucap Desi.

Sementara itu seorang sopir angkutan penumpang antara kabupaten mengaku lebih memilih terminal bayangan menunggu penumpang di banding di terminal resmi karena sangat susah mendapatkan muatan.

“Kalau di dalam terminal antri menunggu penumpang lama pak, karena banyak yang memilih menunggu di luar , karena pertimbangan cepat berangkat,” ujar sopir angkutan umum jurusan Bulukumba-Makassar ini.

Sementara itu kepala dinas perhubungan kabupaten Bulukumba Andi Baso Bintang melalui sekertaris Idham mengatakan kalau bukan kewenangan dari pihaknya dalam melakukan penertiban terminal bayangan.

Idham mengaku kalau mobil yang beroperasi di terminal bayangan di Bintarore bukan peruntukannya untuk penumpang, tapi mobil pribadi yang disulap dari mobil angkutan.

“Saya bisa katakan kalau hampir semua mobil di terminal bayangan di Bintarore itu bukan mobil penumpang, tapi mobil pribadi,” ujarnya.

Dia mengaku siap mendampingi kepolisian dari satuan lalulintas untuk melakukan penertiban mobil terminal bayangan di Bintarore dan lokasi lainya di Bulukumba.

Terminal bayangan yang ada di kabupaten Bulukumba jelas sangat merugikan pemerintah daerah karena tidak ada pajak daerah yang masuk dari aktivitas bongkar muat penumpang.

“Kalau di dalam terminal melakukan bongkar muat jelas ada pajak yang masuk ke kas daerah, kalau disana mana ada,” tegas Idham.

Dia berharap agar semua mobil penumpang yang resmi bisa kembali masuk ke terminal induk untuk melakukan bongkar muat penumpang seperti biasanya.***