Ketfo : Terminal liar yang ada di jalan Samratulangi kota Bulukumba RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Maraknya terminal liar mobil angkutan umum , baik antara kecamatan, maupun kabupaten dinilai salah satu penyebab kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perhubungan di Kabupaten Bulukumba selama ini.
Seperti di Jalan Sam Ratulangi masih banyak sopir angkutan desa (angdes) dan angkutan kota (angkot) memilih menaikkan atau menurunkan penumpang di luar Terminal Bulukumba.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Dinas Perhubungan Bulukumba turun langsung melakukan sosialisasi.
Plt Kepala Dishub Bulukumba, Idham Chalid, bersama tim gabungan dari Satlantas Polres Bulukumba, Satpol PP, UPT Terminal, dan Organda, mendatangi para sopir untuk menyampaikan imbauan.
“Kami melakukan sosialisasi, menemui sopir angdes maupun angkot untuk tidak mengambil atau menurunkan penumpang di depan terminal. Semua harus masuk,” jelas Idham.
Ia menyebut, aktivitas sopir yang berhenti di depan terminal tidak hanya merugikan PAD, tetapi juga mengganggu kelancaran lalu lintas. Padahal, rambu larangan berhenti telah dipasang, namun masih sering diabaikan.
“Jadi sebelum kami mengambil tindakan tegas, kami lakukan sosialisasi dulu. Kalau sudah kami ingatkan tetapi tetap melanggar, maka terpaksa akan ditindak,” tegasnya.
Sementara itu, Rahman , salah satu sopir angkutan yang ditemui wartawan mengaku memilih berhenti di depan terminal karena penumpang di dalam terminal sedikit.
Ia juga mengeluhkan biaya masuk terminal yang harus dibayar setiap kali kendaraan keluar-masuk.
“Masalahnya setiap kita masuk pasti kena bayar lagi. Misalnya dua atau tiga kali kita keluar-masuk dalam satu hari, tetap bayar,” keluhnya.
Rahman menyatakan bersedia masuk terminal jika seluruh sopir diperlakukan sama dan tidak ada lagi yang menurunkan penumpang di depan terminal.***