Ibu dan Bayi di Bulukumba Meninggal Dunia Saat Persalinan di Puskesmas

Irwan
Irwan
18 Okt 2025 21:00
Daerah 0
3 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA-Seorang ibu bernama Nadia Binti Nase (40) warga  asal dusun Bontoulu, Desa Dampang, kecamatan Gantarang meninggal dunia saat proses melahirkan di Puskesmas Bontonyeleng, Jumat malam 17 Oktober 2025.

Informasi yang berhasil dikumpulkan rubriknews.id dari beberapa sumber terpercaya mengatakan kalau ibu hamil tersebut masuk untuk mendapatkan penanganan medis di puskemas Jumat sore sekitar pukul 15:00 WITA.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter meminta agar dirujuk ke RS, namun kondisi korban sudah membaik dan akan ditangani petugas medis dibagian persalinan, namun setelah proses persalinan meninggal dunia bersama dengan anaknya.

“Saya dapat informasi juga kalau almarhum mempunyai riwayat darah tinggi, sehingga mungkin gegara  itu juga akhirnya nyawa ibu dan anaknya tidak terselamatkan,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Salah seorang keluarga almarhum kepada wartawan mengatakan sudah mengikhlaskan  atas meninggalnya almarhum bersama anak dalam kandunganya.

Sebelum meninggal almarhum sempat mengatakan “saya meninggal kalau begini”, ujar keluarga almarhum melalui via telpon selulernya saat dikonfirmasi wartawan Sabtu malam 18 Oktober 2025.

Bayi yang meninggal dalam kandungan almarhum adalah anak ketiga yang hasil USG adalah berjenis perempuan.

Dia berharap kejadian ini tidak terjadi lagi kepada ibu hamil yang lainya, cukup ini menjadi yang terakhir kalinya seorang ibu meninggal bersama anaknya saat proses lahiran.

Akmal, kepala dusun (Kadus) Bontoulu, Desa Dampang yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau ibu hamil yang meninggal

Sementara itu kepala desa Dampang, kecamatan Gantarang Mihardi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau warganya yang bernama Nadia Binti Nase meninggal dunia bersama bayinya saat proses persalinan di puskesmas Bontonyeleng Jumat malam 17 Oktober 2025.

“Warga saya meninggal dunia bersama bayinya saat melahirkan di Puskesmas Jumat malam kemarin,” kata Totti sapaan akrab Kades Dampang.

Totti mengatakan dari informasi ibu ham telah di pasilitasi hingga ditangani di Puskesmas dan bahkan sudah sampai di pembukaan lima,” Tutup Kades Dampang.

Sementara itu kepala puskesmas (Kapus)  Bontonyeleng Jindasari Said yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau semua protap dari awal pasien masuk ke puskesmas.

Bahkan Jindasari membantah pihak petugas lambat melalukan rujukan ke RS untuk almarhum.

“Kondisi pasien sejak masuk hingga saat penanganan medis membaik sebelum almarhum dan bayinya  menghembuskan nafas terakhirnya,” kata Jindasari.

Jinda  mengungkapkan korban bernama Nadia Binti Nase  meninggal disebabkan oleh emboli cairan ketuban.

Emboli air ketuban adalah kondisi di mana cairan ketuban yang seharusnya berada di dalam rahim selama kehamilan, masuk ke dalam aliran darah ibu hamil.

Dia menjelaskan emboli cairan ketuban merupakan sindrom akut yang ditandai dengan gagal napas, turunnya tekanan darah, hingga terjadi henti jantung.

“Emboli cairan ketuban merupakan komplikasi gawat darurat yang terjadi secara mendadak dan tidak dapat dicegah,” jelas Jinda Sari.

Emboli cairan ketuban merupakan sindrom langka dalam persalinan atau dengan angka prevelensi 1 dalam 8-80 ribu persalinan.

Ditambahkan Kapus Bontonyeleng kalau dia ikut hadir di rumah duka untuk memberikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada suami, anak dan keluarga almarhum.***