Ketfo : Belasan jemaah umrah asal Bulukumba yang Terlantar di Bandara Jakarta saat penerbangan ke Makassar RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Tiga belas jemaah umrah asal kabupaten Bulukumba, Sulawasi Selatan yang sebelumnya terlantar saat pulang dari Arab Saudi menuju kampung halaman, akhirnya bisa bernafas lega setelah sampai di Makassar, Kamis 16 Oktober 2025.
Ansar jemaah umrah asal kabupaten Bulukumba yang dikonfirmasi wartawan mengaku telah sampai di Makassar dari perjalanan dari Jakarta.
“Alhamdulillah sudah sampai di Makassar, saya istirahat dulu sebentar bersama istri, karena masih capek, sebentar baru ke Bulukumba,” kata Anca sapaan akrab Ansar.
Menurut Ansar saat perjalanan dari Jakarta ke Makassar menggunakan pesawat dia dan jemaah umrah lainya harus beli tiket dengan biaya sendiri tidak lagi ditanggung oleh pihak travel.
Ansar mengaku membeli tiket pesawat dengan harga sekitar Rp2,8 juta per satu orang penerbangan Jakarta-Makassar.
Dia mengatakan setelah sampai ke Bulukumba akan mendatangi langsung agen atau pengurus travel untuk meminta pertanggungjawaban atas biaya tambahan yang digunakan.
“Yang namanya travel umroh tidak ada lagi biaya tambahan apalagi tiket pulang pergi yang kita tanggung, semua sudah klop di biaya yang dibayarkan dari awal, tapi kenyataannya malah terbalik,” kesal Anca.
Ditambahkan Anca kalau sejak awal keberangkatan dan sampai pulang dari ibadah umrah hampir memakan waktu satu bulan lamanya.
Sejumlah jemaah umrah asal Sulawesi Selatan yang sebelumnya diberangkatkan ke Arab Saudi oleh salah satu biro travel hingga kini belum tiba di rumah masing-masing.
Terdapat kurang lebih 62 jemaah, termasuk 13 di antaranya asal Kabupaten Bulukumba, yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah dan dipulangkan dari Arab Saudi.
Sebelumnya kepada wartawan Hj. Muliati, agen lepas travel yang ikut mendampingi jemaah, membenarkan adanya keluhan dan kendala selama perjalanan. Ia menilai ada unsur kelalaian dari pihak travel yang telah terakreditasi A tersebut.
Hj. Muliati juga mengonfirmasi adanya pungutan biaya tambahan yang dilakukan oleh pendamping jemaah di Arab Saudi.
“Kan hotel kita jauh, kita dikasi hotel untuk jemaah haji itupun kita sudah di perjalanan dari Madinah ke Makkah baru dipesankan hotel,” jelasnya.
“Memang ada Shuttle Hotel tapi tempat singgahnya masih jauh dari tujuan, jadi jemaah disewakan bus itu yang jemaah bayar. Tapi memang tidak wajar karena yang harusnya cuma 5 real tapi sama ustaznya dikasi bayar 10 real,” ceritanya.
Bahkan, menurutnya, oknum pemandu jemaah sempat memungut biaya kepada sejumlah jemaah yang diantar ke masjid menggunakan Shuttle Hotel yang seharusnya gratis.
Hj. Muliati menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah dan keluarga mereka atas kendala yang dihadapi.
“Tentu saya mengerti bagaimana perasaan jemaah dan keluarganya. Saya juga berusaha menuntut pihak travel. Semoga besok sudah berangkat dan bisa tiba dengan selamat di kampungnya masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, pihak travel yang dikonfirmasi melalui admin resminya membenarkan adanya jemaah umrah asal Sulsel yang masih berada di Pekanbaru.
“Iya pak, tetapi Insyaallah besok balik kata team handling pak,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa, 14 Oktober 2025.
Admin travel tersebut juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menelantarkan jemaah, dan seluruh biaya penginapan serta makanan telah ditanggung selama masa menunggu.
“Maaf pak. Untuk jamaah tidak ditelantarkan pak. Mereka tetap diinapkan di hotel dan dikasih makan oleh pihak travel. Itulah pak pertanggung jawaban pihak travel.” jelasnya.
Terkait isu pungutan tambahan oleh pemandu jemaah, menurutnya pihaknya tidak pernah memungut biaya tambahan ke jemaah.
“Kami tidak memungut sama sekali biaya.
Semua ditanggungjawabin travel,” tegasnya.
Soal biaya bus, menurutnya memang bus kepulangan ditanggung oleh masing-masing jemaah.
“Kalau ini memang iya pak, karena untuk bus kepulangan biasa ditanggung sama jamaah,” jelasnya.***