Ilustrasi buah semangka (foto-int)RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Musim kemarau tidak semangat warga Bulukumba untuk berhenti becocok tanam. Ini dibuktikan dengan sejumlah petani di beberapa desa beralih menanam semangka.
Dari informasi yang dihimpun rubriknews.id, mengatakan kalau desa yang warganya menanam semangka diantaranya desa Paerelompoe, Bialo, Bontosunggu dan Barombong, kecamatan Gantarang.
H Ambo warga desa Paenrelompoe petani di desanya kembali menanam semangka, puluhan hektar persawahan telah ditanami.
“Saya saja hampir dua hektar sudah saya tanami satu bulan lalu,” kata H Ambo, Minggu 5 Oktober 2025.
Menurut H Ambo kalau bukan kali ini saja dia bersama petani di desanya menanam semangka, namun hampir setiap tahun saya masuk musim kemarau beralih menanam semangka.
Dia mengaku sekali panen semangka bisa meraup untung sampai puluhan juta.
“Kalau buah semangka tidak terkena penyakit, bisa sekali panen bisa dapat Rp70 jutaan,” kata H Ambo.
Sementara itu Andis (35) petani asal desa Barombong, kecamatan Gantarang mengatakan kalau menanam semangka di musim kemarau seperti saat ini pontensinya sangat baik.
“Kalau musim hujan tidak bagus menanam semangka , kadang buah rusak, beda kalau seperti sekarang bagus pertumbuhannya,” kata Andis.
Andis mengatakan dalam menanam semangka juga perlu diperhatikan air untuk digunakan menyiram tanam harus selalu tercukupi termasuk sistem perawatan pupuk, hingga penyemprotan herbisida.
Mengenai pemasaran , Andis mengaku tidak susah karena banyak tengkulak yang dari luar daerah datang langsung untuk membeli.
“Sudah ada tengkulak dari luar daerah yang datang untuk membeli, jadi tidak susah lagi mau di jual kemana,” tutup Andis.***