Ketfo : Proses evakuasi warga yang terjebak di dalam lift RSUD Andi Sultan Daeng Radja RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Pihak RSUD Andi Sultan Daeng Radja, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku bukan hanya sekali warga terjebak di dalam lift, sebelumnya juga pernah terjadi.
Hal ini diungkapkan oleh direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja dr.Rizal yang dikonfirmasi wartawan setelah kejadian seorang keluarga pasien, suster dan sopir ambulans terjebak dalam lift.
dr Rizal mengatakan kalau penyebab lift kerap macet karena pintu terlalu sensitif apalagi saat ada kotoran di rel.
“Pintu sensitif apalagi kalau ada kotoran di relnya,” ujar Direktur RSUD Bulukumba.
Dia mengaku kerusakan ini sudah kerap disampaikan ke penyedia agar untuk segera dilakukan perbaikan.
“Sudah saya sampaikan ke penyedia dan sementara dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Peristiwa terjebaknya tiga orang dalam lift RSUD Bulukumba itu memicu kritik masyarakat. Gedung megah yang baru difungsikan usai rampung dibangun pada akhir 2025 dengan anggaran mencapai Rp22 miliar, dinilai belum sepenuhnya memperhatikan aspek keselamatan dan aksesibilitas pasien.
Andi Ahmad dari Aktivis Aksi Cinta Daerah (ACD) Bulukumba, mengatakan perencanaan pembangunan gedung rumah sakit tersebut terkesan tidak matang.
Menurutnya, fasilitas dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan pasien seharusnya menjadi prioritas utama sebelum gedung dioperasikan.
Selain persoalan lift yang sempat macet, bangunan baru tersebut juga disebut belum memiliki tangga atau jalur khusus yang memadai untuk kursi roda maupun ranjang pasien.
” Ini bukan anggaran kecil besaran mencapai Rp22 miliar. Wajar kalau publik bertanya kenapa fasilitas penting seperti akses pasien dan tangga khusus tidak tersedia,” katanya.
Andi Ahmad meminta pemerintah daerah dan pihak rumah sakit segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas gedung baru tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.***