Di Sinjai Kendaraan Dinas Digunakan Anak Kades ke Sekolah, di Bulukumba Bagaimana?

Irwan
Irwan
26 Mei 2026 00:37
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,SINJAI- Seorang anak kades berinisial AN di kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang masih berstatus pelajar kedapatan menggunakan kendaraan dinas berupa mobil sehat ke sekolah.

Hal ini memancing kemarahan warga yang melihat dan mengetahui mobil dinas sehat dijadikan kendaraan anak kades untuk ke sekolah.

Riswan salah seorang warga Desa Bonto, kabupaten Sinjai mengatakan AN diduga menggunakan mobil maupun motor dinas desa hampir setiap hari untuk aktivitas sekolah.

AN diketahui merupakan pelajar kelas satu di SMA Negeri 8 Borong.

“Hampir setiap hari AN menggunakan motor atau mobil dinas Desa Bonto,” kata Riswan dikutip dari Tribun Timur.com, Senin 25 Mei 2026.

Menurut warga kendaraan dinas seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan masyarakat, bukan dipakai layaknya kendaraan pribadi.

“Sangat di sayangkan, kenapa mobil dinas desa di pakai anak kades sebagai kendaraan untuk ke sekolah, padahal mobil tersebut diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat desa setempat,” ujarnya.

Sementara itu Suardi warga desa Bonto lainya mengaku penggunaan kendaraan dinas desa oleh anak kepala desa sudah lama menjadi perhatian masyarakat.

Agus, kepala Desa Bonto yang dikonfirmasi wartawan membantah anaknya kerap menggunakan mobil dinas desa ke sekolah.

Dia mengatakan kendaraan dinas roda empat itu hanya sekali digunakan untuk mengantar anaknya ke sekolah.

Dia berdalih penggunaan mobil dinas tersebut bukan menjadi aktivitas rutin anaknya setiap hari sekolah.

Ia menjelaskan saat itu anaknya juga ditemani oleh pamannya selama menggunakan mobil dinas desa tersebut.

“Itupun ditemani pamannya supaya ada yang bawa pulang mobil setelah sampai di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu di kabupaten Bulukumba ada sejumlah desa diduga menjadikan kendaraan dinas berupa mobil sehat dan ambulance desa sebagai kendaraan pribadi.

“Ada juga saya lihat beberapa oknum kades di Bulukumba yang menjadikan mobil dinas sehat menjadi kendaraan pribadi karena dipakai menghadiri rapat atau bahkan antar pengantin,” kata salah seorang sumber yang tidak mau di sebut namanya.

Bukan hanya itu bahkan sejumlah mobil dinas desa yang seharusnya di parkir di kantor desa malah di parkir di rumah oknum kades.

“Saya berharap dinas terkait bisa memberikan peringatan dan teguran kepada kades yang kerap gunakan kendaraan dinas di luar peruntukannya,” katanya.

Sekedar informasi ada puluhan desa di Kabupaten Bulukumba yang telah melakukan pengadaan mobil dinas dari anggaran dana desa.***