Ilustrasi kekeringan (foto-Antara) RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yakni tahun 2025.
Prediksi musim kemarau yang melanda kabupaten Bulukumba tahun ini dampaknya akan dirasakan oleh petani. Ribuan hektar sawah terancam mengalami kekeringan di 10 kecamatan.
Mengantisipasi hal itu pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pemerintah mengimbau agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca untuk menghindari risiko gagal panen.
Hal ini Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Andi Trismiati musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.dikutip dari tribun timur. com, Kamis 14 Mei 2026.
Pemerintah meminta mempercepat masa tanam agar bisa panen sebelum musim kemarau tiba.Petani juga dianjurkan menggunakan varietas padi berumur pendek atau varietas genjah.
Selain itu kadis pertanian juga akan mengerahkan para penyuluh pertanian guna memberikan edukasi kepada petani terkait pola tanam dan mitigasi musim kemarau.
Lanjut kadis pertanian dari lahan sawah tadah hujan di Bulukumba yang berpotensi terdampak kekeringan mencapai 2.074,64 hektare.
Sejumlah petani padi di Desa Bontonyeleng Kecamatan Gantarang mulai membajak sawah, pasca panen raya.
Hujan yag mengguyur wilayah tersebut belakangan ini tanpa henti diyakini menjadi awal musim penghujan.
“Musim penghujan sangat membantu petani menggarap lahan. Hujan selama dua hari tanpa henti di sejumlah wilayah membuat para petani mudah dalam membajak sawah,” Kata Jasman, petani asal desa Bontonyeleng.
“Untuk hasil panen kali ini memang sedikit mengalami penurunan dibandingkan musim panen sebelumnya,” kata Jasman.
Mengenai harga jual gabah, dia mengaku petani sangat bersyukur karena pedagan membeli gabah petani di atas harga yang telah di tetapkan pemerintah.
“Harga gabah beli, alhamdulillah mahal, tidak pernah di beli di bawah harga pemerintah,” Tutup Jasman.***