Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Oli Naik di Bulukumba Stok Langka 

Irwan
Irwan
10 Mei 2026 16:43
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id, BULUKUMBA- Dampak konflik timur tengah nampaknya mulai berdampak bagi sejumlah pengusaha di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dampak tersebut berupa naiknya harga oli kendaraan ini diduga akibat konflik perang di Timur Tengah antara Amerika Vs Iran.

Di Bulukumba sejumlah bengkel mulai menaikkan harga oli. Gegaranya oli semakin sulit didapatkan.

Owner Bengkel Era Jaya Motor, Muhammad Abdillah mengaku kenaikan harga terjadi pada hampir semuaa merek oli ternama seperti Shell Helix, Pertamina, hingga Toyota Motor Oil (TMO).

” Dulu biaya penggantian oli sekitar Rp335 ribu, sekarang sudah naik sampai Rp440 ribu,” ujarnya.

Meski harga naik dan stok mulai terbatas, pihak bengkel mengaku tetap melayani pelanggan seperti biasa.

Namun kondisi tersebut membuat biaya perawatan kendaraan menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya.

Dilla, sapaan Muhammaad Abdilla menduga kelangkaan dan kenaikan harga oli dipengaruhi situasi geopolitik internasional, khususnya memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur utama distribusi minyak dunia.

Selain kenaikan harga, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli oli kendaraan.

Pasalnya, saat kondisi barang mulai langka, peredaran oli palsu disebut semakin marak.

Dilla membagikan tips membedakan oli asli dan palsu yakni bisa dilihat dari kemasan. Yang asli memiliki barcode pada kemasan.

” Oli asli biasanya memiliki barcode yang dapat dipindai dan terhubung langsung ke sistem resmi atau Google,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk membeli oli di bengkel resmi atau toko terpercaya guna menghindari penggunaan oli palsu yang dapat merusak mesin kendaraan.***