Ilustrasi petani garap sawah (foto-int) RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Musim tanam tahun ini, dikeluhkan sejumlah petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Pasalnya, mereka kesulitan membeli BBM jenis solar subsidi.
Padahal, solar ini menjadi kebutuhan penting bagi petani menggarap sawah, yakni sebagai bahan bakar traktor.
Rudi, petani asal Rilau Ale mengatakan biasanya dirinya membeli solar subsidi, berbekal surat keterangan dari Pemdes (pemerintah desa), namun hal itu sudah tidak berlaku sekarang.
Menurut Rudi, saat ini untuk mendapatkan solar untuk keperluan bertani sangatlah sulit, karena harus memiliki barcode dari dinas terkait.
“Dulu enak masih berlaku ‘surat sakti’ dari kantor desa setempat dimana petani berdomisili, namun sekarang tidak bisa lagi digunakan untuk pembelian solar subsidi di SPBU, katanya, Minggu 3 Mei 2026.
Dia mengaku kalau dulu petani yang ingin membeli solar di SPBU hanya ambil surat rekomendasi dari kantor desa, sudah bisa mendapatkan solar, namun sekarang sistemnya berubah dan sangat menpersulit petani.
” kalau bawa surat keterangan dari Desa (Pemdes), kita sudah dilayani SPBU, meskipun maksimal 20 liter solar subsidi,” ujarnya,” Katanya.
Bukan hanya petani yang memiliki mesin traktor, namun pegusaha combain (mesin pemotong padi) juga ikut mengeluhkan susahnya dapat solar.
“Sekarang musim panen, pasti kita pemilik combaine butuh solar, tapi untuk mendapat solar di SPBU sangat sulit, banyak sekali syaratnya,” Kata Erwin pemilik combaine di desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang.
Menurut Erwin untuk pemakaian solar dirinya harus keliling di sejumlah pengecer kendati harga jauh lebih mahal.
“Kalau tidak begini kita tidak beroperasi, mau dapat dimana uang untuk bayar cicilan combaine,” Kata Erwin.
Erwin dan sejumlah pemilik combaine berharap agar pemerintah pusat, provensi hingga kabupaten mengeluarkan regulasi atau aturan baru yang tidak menpersulit petani.***