DLHK Petakan Kawasan Rawan Pohon Tumbang di Kota Bulukumba

Irwan
Irwan
7 Jan 2026 16:48
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Menjelang datangnya musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan mengaku mulai memetakan kawasan terjadi pohon tumbang khususnya dalam kota, Rabu 7 Januari 2026.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi di bulan Februari dan April.

Kepala UPT Kebersihan Pertamanan dan Persampahan Dinas Linkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kabupaten Bulukumba Ahmad Shaleh mengatakan pihaknya telah menurunkan tim petugas ke sejumlah titik untuk memeriksa kondisi fisik pohon, terutama yang berada di tepi jalan dan kawasan padat aktivitas masyarakat.

Menurutnya, pemeriksaan difokuskan pada pohon dengan batang rapuh, akar yang tidak kuat menopang, serta cabang besar yang berpotensi patah. Upaya ini diharapkan bisa meminimalkan risiko pohon tumbang, khususnya di jalur-jalur yang ramai kendaraan.

Ahmad Shaleh mengaku DLHK kabupaten Bulukumba telah memetakan ada sekitar puluhan pohon rawan tumbang diantaranya di jalan Kusuma Bangsa, Teratai, Manggis,Teratai, S Parman sekitar total pohon yang rerncanannya akan di tebang sebanyak terdapat 18 batang.

“Sekitar 18 Pohon dari jalan Kusuma Bangsa, Teratai, Manggis, Gajah Mada dan S. Parman,” ujar Ahmad Shaleh, Rabu 7 Januari 2026.

Ditambahkan Ahmad Shaleh, namun dinas DLHK kabupaten Bulukumba masih terkendala Armada mobil tangga karena bagian atas pohon dihawatirkan sudah rapuh dan itu bisa membahayakan petugas,” ujar Ahmad.

Ahmad Shaleh menambahkan sebelum memasuki musim penghujan atau extriem DLHK akan melakukan antisipasi pohon tumbang dengan cara melakukan pengembangan hingga pemankasan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan keberadaan pohon yang tampak miring atau berpotensi tumbang.

“Kalau melihat ada pohon berisiko, segera laporkan ke DLHK agar bisa kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bulukumba Andi Hasbuah mengatakan kalau musim hujan extriem diprediksi akan terjadi pada bulan Februari Maret 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan BPBD dengan melakukan susur sungai untuk melihat secara langsung kondisi sungai saat masuk musim penghujan.

“Kita lakukan susur sungai sebagai bentuk antisipasi bencana alam seperti banjir, lonsor dengan melakukan pembersihan pohon kayu besar yang jatuh ke sungai,” ujar Andi Hasbullah. ***