Ketfo : Jemaah umrah asal kabupaten Bulukumba yang mengaku terlantar di Jakarta saat hendak pulang ke Bulukumba RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Seorang jemaah umrah asal desa Palambarae, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku menjalani ibadah umrah yang harusnya 12 hari, ini malah sampai hampir satu bulan lamanya baru bisa kembali ke Tanah Air diduga karena jasa trevel yang digunakan bermasalah.
Hal ini diungkapkan Muh Ansar alias Anca saat dihubungi wartawan melalui telpon selulernya menceritakan awal mula keberangkatannya menggunakan salah satu travel ternama.
Menurut Ansar kalau saat berangkat mulai dari Bulukumba sudah sangat bermasalah, karena saat sampai di Makassar puluhan jemaah umroh sudah tertahan di Makassar selama beberapa hari, setelah dia mengaku kesal dan melakukan protes jemaah akhirnya diterbangkan menuju Jakarta.
Tidak sampai disitu, setelah sampai di Makassar , jemaah kembali tertahan beberapa hari di Jakarta,kembali dia mengaku melakukan protes.
Di Pekanbaru jemaah kembali tertahan dan tidak langsung diterbangkan, protes kembali dilakukan Ansar ke pendamping travel dan akhirnya diterbangkan ke Kuala lumpur.
“Saya selalu jemaah sangat kecewa dan marah dengan jasa travel yang kami gunakan, bayangkan beberapa hari kami terlantar mulai dari Makassar, Jakarta, Pekanbaru, Kuala Lumpur dengan alasan tidak jelas,” ujar Ansar.
Ditambahkan Ansar saat selesai melakukan kewajiban dan proses ibadah umrah di Mekkah proses pemulangan jemaah umrah kembali bermasalah dan sempat tertahan di tanah di Mekkah selama beberapa hari.
Kembali jemaah melakukan protes dan akhirnya diterbangkan ke Pekanbaru dan kemudian ke Jakarta.
Sampai saat inipun jemaah dikabarkan masih tertahan di Jakarta dan belum bisa berangkat ke tanah air Indonesia.
Terdapat kurang lebih puluhan jemaah, termasuk 13 di antaranya asal Kabupaten Bulukumba, yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah dan dipulangkan dari Arab Saudi.
Hj. Muliati, agen travel dari Ameera Mekkah yang ikut mendampingi jemaah, membenarkan adanya keluhan dan kendala selama perjalanan. Ia menilai ada unsur kelalaian dari pihak travel yang telah terakreditasi A tersebut.
Hj. Muliati juga mengonfirmasi adanya pungutan biaya tambahan yang dilakukan oleh pendamping jemaah di Arab Saudi.
“Kan hotel kita jauh, kita dikasi hotel untuk jemaah haji itupun kita sudah di perjalanan dari Madinah ke Makkah baru dipesankan hotel,” jelasnya dikutip dari Radar Selatan, Rabu 15 Oktober 2025.
“Memang ada Shuttle Hotel tapi tempat singgahnya masih jauh dari tujuan, jadi jemaah disewakan bus itu yang jemaah bayar. Tapi memang tidak wajar karena yang harusnya cuma 5 real tapi sama ustaznya dikasi bayar 10 real,” ceritanya.
Bahkan, menurutnya, oknum pemandu jemaah sempat memungut biaya kepada sejumlah jemaah yang diantar ke masjid menggunakan Shuttle Hotel yang seharusnya gratis.
Hj. Muliati menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah dan keluarga mereka atas kendala yang dihadapi.
“Tentu saya mengerti bagaimana perasaan jemaah dan keluarganya. Saya juga berusaha menuntut pihak travel. Semoga besok sudah berangkat dan bisa tiba dengan selamat di kampungnya masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, pihak travel yang dikonfirmasi melalui admin resminya membenarkan adanya jemaah umrah asal Sulsel yang masih berada di Pekanbaru.
“Iya pak, tetapi Insyaallah besok balik kata team handling pak,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa, 14 Oktober 2025.
Admin travel tersebut juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menelantarkan jemaah, dan seluruh biaya penginapan serta makanan telah ditanggung selama masa menunggu.
“Maaf pak. Untuk jamaah tidak ditelantarkan pak. Mereka tetap diinapkan di hotel dan dikasih makan oleh pihak travel. Itulah pak pertanggung jawaban pihak travel. Dan Insyaallah besok (15 Oktober) akan dipulangkan ke Makassar,” jelasnya.***