Bupati Bulukumba: Camat Juga Harus Malu Jika Tak Bisa Tangani Stunting

redaksi
2 Agu 2025 14:56
Daerah 0
2 menit membaca

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan bahwa semua pihak, khususnya para camat, harus memiliki rasa malu jika tidak mampu menangani persoalan stunting di wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan penerimaan tenaga pendamping gizi desa lokus Program Aksi Stop Stunting (ASS) tingkat Kabupaten Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis 31 Juli 2025.
“Untuk apa saya jadi bupati di Bulukumba kalau tak bisa memberi solusi. Camat juga harus malu kalau tak bisa ngatasin stunting. Percuma juga banyak harta kalau masih ada tetangga kita kena gizi buruk. Percuma harta melimpah, tapi ngelihatin saudara kita yang stunting,” tegas Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh program Aksi Setop Stunting, khususnya di desa-desa lokus.
Menurutnya, penurunan angka stunting dapat tercapai lebih signifikan jika semua pihak bekerja maksimal dengan kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang terarah serta terukur.
“Kepada semua elemen masyarakat desa lokus, kami mengimbau untuk memberi dukungan penuh kepada petugas untuk Aksi Setop Stunting. Mari sama-sama berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Andi Utta mengkritik pendekatan yang hanya mengandalkan konsep dan rapat tanpa tindakan nyata di lapangan. Ia menyebut sikap pasif seperti itu justru mencerminkan “stunting wawasan.”
“Kalau hanya konsep tanpa kerja, kalau hanya menggugurkan kewajiban saja tanpa inovasi, parahnya kalau wawasannya rendah, itu juga namanya ‘stunting wawasan’. Saya tidak mau kalau hanya sebatas rapat. Harus ada aksi nyata,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Utta juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan terhadap percepatan penurunan stunting di Bulukumba, serta apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan, DPPKBPPA, Tim Penggerak PKK, Camat, Lurah, dan Kepala Desa.
“Terima kasih juga kepada semua saudaraku, jajaran Dinas Kesehatan, DPPKBPPA, Tim Penggerak PKK, Camat, Lurah dan Kepala Desa, sehingga stunting Bulukumba turun signifikan di tahun 2024 lalu,” tambahnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Andi Edy Manaf, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Andi Herfida Muchtar, serta jajaran Dinas Kesehatan dan DPPKBPPA.
Mereka turut menyerahkan secara simbolis rompi pendamping kepada perwakilan tim pendamping gizi, dokter desa, kader PKK, dan kader pendamping desa lokus.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. H. Muhammad Amrullah menjelaskan bahwa program ASS merupakan inisiatif Pemprov Sulsel dengan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendampingan gizi secara menyeluruh.
“Identifikasi dan penemuan balita bermasalah gizi di 21 desa lokus, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan serta intervensi gizi menjadi bagian dari kegiatan ini,” jelas dr. Amrullah. ***