Narkoba Sasar Anak Sekolah di Bulukumba, Polisi Diminta Tidak Main Mata Dengan Pelaku

Irwan
Irwan
25 Agu 2026 23:27
3 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Peredaran narkoba di Kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan kian mengkhawatirkan.

Bukan lagi lewat transaksi konvensional, kini jaringan pengedar menyasar pelajar dengan modus daring yang sulit terdeteksi.

Informasi yang dihimpun media mengatakan kalau peredaran narkoba saat banyak dilakukan melalui media sosial seperti instagram.

Salah satu narkoba yang bebas diperjualbelikan dimedia sosial instagram adalah tembakau sintetis.

Ini dibuktikan dengan ditangkapnya tujuh orang remaja lima diantaranya masih berstatus pelajar.

Ketujuh remaja terduga pelaku diamankan pihak kepolisian karena diduga terlibat dalam kasus tembakau sintetis.

Selain mengamankan tujuh terduga pelaku polisi juga mengamankan barang bukti 30 saset narkoba diduga merupakan tembakau sintetis.

Menanggapi hal tersebut ketua BM PAN Kabupaten Bulukumba Firki Arisandi mengaku sangat prihatin dengan maraknya peredaran narkoba terutama jenis tembakau sintetis yang banyak melibatkan pelajar.

Menurut mantan wartawan tribun timur sulsel ini kepolisian harus tegas dan tidak serta merta langsung melakukan assesment terhadap kasus narkoba.

“Kasat narkoba jangan serta merta ada diamankan remaja apalagi anak dibawah umur atau barang bukti sedikit langsung dilakukan assesment, karena kalau ini terus dilakukan maka tidak ada efek jerah malah semakin banyak pelaku, ” Teganya, Selasa 25 Agustus 2026.

Dia berharap kepolisian polres Bulukumba harus melakukan upaya pencegahan dini dengan salah satunya gencarkan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.

Firki mengatakan kalau langkah sosialisasi ke sekolah-sekolah adalah salah satu bentuk pencegahan agar narkoba jenis tembakau sintetis bisa diminimalisir peredaranya yang melibatkan pelajar.

“Semua harus di proses jangan sedikit-sedikit assesment, karena kalau itu dilakukan maka tidak ada efek jerah bagi para pelaku, ” Ujarnya.

Sementara itu wakil bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menegaskan pentingnya peran pemerintah, sekolah, dan orang tua . Ketiganya dinilai sebagai benteng utama agar anak-anak terhindar dari bahaya narkoba maupun kenakalan remaja lainnya.

“Anak-anak kita harus berani menolak ajakan yang merusak masa depan mereka. Untuk itu, perhatian dari pemerintah, sekolah, dan orang tua sangat penting. Kita harus hadir untuk mereka,” tegas Andi Edy Manaf, Selasa 25 Agustus 2026.

“Sekolah harus bisa menjadi tempat yang aman, tempat anak-anak berani bercerita ketika punya masalah. Mereka perlu merasa nyaman untuk berkeluh kesah, agar tidak mencari pelarian yang salah. Jangan sampai karena tidak tahu, mereka coba-coba narkoba lalu terjerumus. Itu yang harus kita cegah,” jelasnya.

Bukan hanya itu kepolisian juga harus terlibat dalam melakukan pencegahan dengan banyak sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah utamanya SMP dan SMA sederajat.

Sebelumnya satuan reserse narkoba polres Bulukumba mengamankan tujuh orang remaja dan lima diantaranya masih pelajar.

Selain mengamankan tujuh terduga pelaku polisi juga mengamankan barang bukti narkoba jenis tembakau sintesis sebanyak 30 saset. ***