Wabup Edy Manaf Minta ICMI Bulukumba Fokus Kemajuan Daerah dan Umat

Irwan
Irwan
12 Jul 2026 15:54
Daerah 0
3 menit membaca

RUBRIKNEWS.id, BULUKUMBA- Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) segera hadir di Kabupaten Bulukumba.

Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, mengungkapkan dirinya mendapat amanah dari pengurus pusat untuk membentuk kepengurusan ICMI di daerah tersebut.

Organisasi itu diproyeksikan menjadi wadah berhimpunnya para cendekiawan Muslim yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kemaslahatan umat, tanpa membawa kepentingan politik.

Rencana pembentukan ICMI Bulukumba mulai dimatangkan melalui rapat yang digelar di rumah jabatan Wakil Bupati Bulukumba.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh Islam, di antaranya mantan anggota DPRD Bulukumba Banrialang, Pimpinan Baznas Bulukumba Muhammad Yusuf Shandy, serta Ustaz Muslim Bahar.

Dalam pertemuan itu dibahas arah pembentukan kepengurusan, komposisi organisasi, hingga visi ICMI Bulukumba sebagai wadah yang menghimpun para cendekiawan Muslim untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Saya diberi amanah oleh ICMI Pusat untuk membentuk ICMI Bulukumba,” kata Andi Edy Manaf.

Andi Edy menegaskan, kepengurusan ICMI Bulukumba tidak akan dibangun berdasarkan kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

Menurutnya, organisasi ini harus menjadi rumah bersama bagi para cendekiawan Muslim yang memiliki komitmen membangun daerah.

“Kita ingin tidak ada warna dalam kepengurusan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, orientasi utama ICMI bukan sekadar membentuk struktur organisasi, melainkan melahirkan tokoh-tokoh Muslim yang mampu memberikan sumbangsih positif bagi Kabupaten Bulukumba dan umat.

“Orientasi kita bagaimana ICMI menjadi organisasi yang melahirkan tokoh-tokoh Muslim yang memberikan sumbangsih positif bagi daerah dan umat,” katanya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kepengurusan akan memadukan tokoh muda, tokoh senior, akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan umat.

“Kita memadukan tokoh muda, tokoh senior, dan tokoh masyarakat yang punya orientasi untuk kemajuan umat dari seluruh sektor, khususnya pendidikan, sosial, dan ekonomi,” jelasnya.

Meski merupakan organisasi cendekiawan Muslim, Andi Edy menegaskan ICMI Bulukumba akan membangun kemitraan yang terbuka dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat semangat toleransi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta bersama-sama mendukung pembangunan daerah dan program-program kemaslahatan masyarakat.

Ia berharap ICMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam melahirkan gagasan serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan di Bulukumba.

Andi Edy menargetkan proses pembentukan kepengurusan dapat segera diselesaikan.

“Kita upayakan satu pekan ke depan susunan kepengurusan sudah terbentuk,” pungkasnya.

Wadah Cendekiawan Muslim

ICMI merupakan organisasi yang menghimpun para cendekiawan Muslim Indonesia dari berbagai latar belakang profesi, seperti akademisi, profesional, birokrat, pengusaha, dan tokoh masyarakat.

Organisasi ini berdiri pada 7 Desember 1990 di Malang, Jawa Timur, sebagai wadah untuk mendorong kontribusi pemikiran dan keahlian umat Islam dalam pembangunan bangsa.

Di berbagai daerah, ICMI aktif mengembangkan program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, pengembangan sumber daya manusia, hingga advokasi kebijakan publik.

Organisasi ini juga menjalin kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.***