Sosok Kapolres Bulukumba yang Baru, Anggotanya Pernah Masuk Pusaran Kasus Narkoba 160 KG

Irwan
Irwan
26 Jun 2026 15:51
Daerah 0
3 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Pergantian pucuk pimpinan Polres Bulukumba membawa wajah baru. AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolres Bulukumba menggantikan AKBP Restu Wijayanto yang mendapat penugasan baru di Mabes Polri.

Hal tersebut tertuang dalam Telegram Kapolri (TR) No. ST/1336/VI/KEP./2026, tertanggal 25 bulan Juni 2026.

Sebelum dipercaya memimpin Polres Bulukumba, AKBP Stephanus Luckyto merupakan Kapolres Toraja Utara, Polda Sulawesi Selatan.

Ia mulai menjabat posisi tersebut melalui serah terima jabatan yang dipimpin Kapolda Sulsel pada April 2025.Perwira menengah Polri ini memiliki latar belakang pengalaman di bidang lalu lintas.

Sebelum menjadi Kapolres Toraja Utara, Stephanus tercatat pernah menjabat sebagai Kasidapanmat Subditfasmat SBST Ditregident Korlantas Polri.

Saat memimpin Polres Toraja Utara, AKBP Stephanus dikenal aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Salah satunya melalui dukungan terhadap program pelayanan masyarakat serta keterlibatan kepolisian dalam kegiatan sosial di wilayah Toraja Utara.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolres, ia juga pernah menangani isu yang menjadi perhatian publik. Salah satunya kasus barang bukti narkoba jenis sabu hilang.

Saat itu, AKBP Stephanus Luckyto menjabat sebagai Kapolres. Dua anggota yakni Kasat Narkoba AKP Arifan Efendi dan Aiptu Nasrul, ditangkap terkait kasus dugaan keterlibatan narkoba.

Keduanya diduga mendapatkan setoran Rp13 juta perminggu. Itu berdasarkan pengakuan dari salah seorang bandar sabu.

Dikutip dari situs berita detik.sulsel, barang bukti sabu seberat 160 kg hasil sitaan Polres Toraja Utara (Torut) hilang dimakan tikus dan serangga bikin heboh di media sosial.

Kapolres Torut AKBP Stephanus Luckyto menyebut isu beredar tidak benar lias hoaks.

“Informasi yang belakangan ini beredar di media sosial terkait barang bukti sabu seberat 160 kilogram yang diamankan Polres Toraja Utara hilang karena dimakan tikus dan serangga itu adalah hoaks atau berita bohong,” kata Stephanus.

Stephanus menegaskan sepanjang sejarah berdirinya Polres Toraja Utara, tidak pernah ada pengungkapan kasus sabu dengan barang bukti sebesar 160 kilogram. Sehingga isu terkait sabu 160 kg itu disebutnya fiktif dan tidak berdasar pada catatan kasus di Satresnarkoba Polres Torut.

Dia pun meminta masyarakat untuk kritis dalam memilah informasi. Dia berharap masyarakat bisa menyaring informasi terlebih dahulu sebelum menyebarluaskannya.

“Kami meminta Masyarakat untuk lebih kritis dengan tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks. Mari lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, saring sebelum sharing,” harapnya.

“Polres Toraja Utara tetap berdiri teguh dan berkomitmen penuh dalam memerangi peredaran gelap naarkotika di wilayah Kabupaten Toraja Utara demi melindungi Masyarakat dari bahaya narkoba,” tutupnya.

Stephanus menggantikan AKBP Restu Wijayanto yang diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag BI Bagjatranin Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri TTK.

Kini tantangan baru menanti,AKBP Stephanus Luckyto, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, hingga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Dengan pengalaman memimpin wilayah hukum sebelumnya, masyarakat Bulukumba menantikan gebrakan dan program yang akan dibawa Kapolres baru tersebut.***