Ilustrasi (foto-int)RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin 8 Juni 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Kondisi itu membuat warga harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya untuk mencari stok yang masih tersedia.
Tidak hanya sulit diperoleh, harga elpiji 3 kilogram di sejumlah tempat juga disebut mengalami kenaikan dibandingkan harga yang biasa dibayarkan masyarakat.
“Sudah beberapa pangkalan saya datangi, tetapi stoknya kosong. Ada juga yang bilang sudah habis sejak pagi karena banyak yang mencari,” ujar Awal pengusaha warung kopi di Kelurahan Caile, kecamatan Ujung Bulu, Senin 8 Juli 2026.
Menurut Awal akibat kelakankaan warga merasa semakin terbebani, terutama mereka yang menggunakan elpiji sebagai kebutuhan utama untuk memasak setiap hari.
Arman warga lainya mengatakan sudah mendatangi beberapa pangkalan untuk mencari elpiji 3 kilogram, namun tidak berhasil mendapatkan tabung gas yang dibutuhkan.
Menurut Arman pelaku UMKM kecamatan Ujung Bulu, kondisi tersebut mulai dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir. Ketersediaan elpiji di pangkalan dinilai tidak sebanyak biasanya sehingga stok cepat habis setelah didistribusikan.
Dia mengatakan, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar rumah tangga.
“Gas susah didapat, tentu sangat mengganggu. Mau memasak jadi susah karena hampir semua kebutuhan dapur sekarang menggunakan gas elpiji,” katanya.
Ia juga mengaku sempat menemukan elpiji yang masih tersedia di tingkat pengecer. Namun, harga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan harga yang biasa dibeli masyarakat.
Dia berharap agar dinas terkait untuk turun melakukan kroscek di sejumlah agen.