Ketfo : Salah satu mobil truk tongkang yang mengangkut material tambang di kabupaten Bulukumba RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Jalan di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan kini tampak sepi dari lalu lalang truk tambang.
Situasi ini terjadi setelah pihak kepolisan melakukan penutupan tambang ilegal yang ada di sejumlah wilayah di Bulukumba.
” Saya sebagai sopir (truk), adanya tambang ditutup kami hilang pekerjaan semua,” ujar H Roslan saat ditemui di salah satu jalan di kota Bulukumba, Senin 25 Mei 2026.
Sebelum tambang di tutup, H Roslan bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per rit. Truk yang ia kemudikan biasanya mengangkut material tambang di 10 kecamatan di Bulukumba.
Ia mengaku kebijakan ini tak hanya memukul para sopir, tetapi juga berdampak pada ekonomi warga sekitar. Banyak rekan seprofesinya kini menganggur, sementara warung makan dan jasa pendukung lainnya kehilangan pelanggan.
Firman, sopir truk tongkang lainya mengatakan kalau sudah hampir dua pekan terakhir dirinya menganggur karena tambang di tutup.
“Mobil di parkir di rumah, mana lagi mobil cicilan, kalau bisa tambang di bukami segera pak,” harap Firman.
Sementara itu informasi yang dihimpun wartawan mengatakan kalau kepolisian polres Bulukumba telah menutup tambang yang ada di sejumlah titik.***