Lewat Audiensi, Syahruni Haris Wakil  Dengar Langsung Aspirasi Nelayan Panrang Luhu Bira 

Rubrik Redaksi
Rubrik Redaksi
5 Mei 2026 14:56
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.ID, BULUKUMBA — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, menerima audiensi LSM PATI terkait keluhan nelayan di Pantai Panrang Luhu, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Selasa (5/5/2026).

LSM PATI merupakan lembaga yang selama ini mendampingi nelayan di wilayah tersebut.

 

Dalam audiensi itu, mereka menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya penimbunan pasir serta keberadaan pondasi bangunan di bibir pantai yang diduga mengganggu aktivitas nelayan.

 

Menanggapi hal itu, Syahruni Haris mengatakan persoalan di Pantai Panrang Luhu telah disampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk ditindaklanjuti.

 

“LSM PATI datang mempertanyakan kejelasan atas laporan masyarakat, kepada LSM PATI, khususnya terkait sempadan pantai dan akses dropping perahu nelayan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar keluhan nelayan memperoleh kepastian dan solusi.

 

Menurutnya, pihak DPRD telah meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut, mengingat sebelumnya persoalan ini sempat dianggap selesai.

 

“Kami sudah sampaikan ke kepala dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti dan diselesaikan,” kata Syahruni.

 

Selain itu, ia juga mengarahkan LSM PATI untuk berkoordinasi langsung dengan Dinas Perikanan guna memastikan langkah konkret yang telah dilakukan.

 

Sebelumnya, pada Jumat (9/1/2026), DPRD Bulukumba bersama OPD terkait dan LSM PATI telah melakukan kunjungan lapangan ke Pantai Panrang Luhu. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Syahruni Haris, didampingi Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Bulukumba.

 

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Perikanan serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.

 

Selain kunjungan lapangan, DPRD Bulukumba juga telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama LSM PATI dan perwakilan nelayan pada Rabu (7/1/2026) untuk membahas persoalan yang sama. (***)