Ilustrasi judi sabung ayam (foto-int) RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Praktik judi sabung ayam diduga masih marak berlangsung di kawasan Hutan Anrang, tepatnya di perbatasan Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang dan Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.
Lokasi yang berada jauh dari permukiman warga disebut menjadi alasan aktivitas perjudian tersebut sulit tersentuh aparat penegak hukum.
Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan aktivitas itu, namun hingga kini belum ada pelaku yang berhasil diamankan.
Sebelumnya, Tim Gabungan Polres Bulukumba sempat melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Februari 2026. Namun, saat tiba di arena, polisi tidak menemukan aktivitas perjudian maupun pelaku di lokasi kejadian.
Petugas hanya menemukan bekas arena sabung ayam. Untuk mencegah lokasi itu kembali digunakan, polisi kemudian membongkar dan membakar arena yang diduga dijadikan tempat perjudian.
Meski demikian, warga menyebut aktivitas judi sabung ayam di lokasi tersebut justru semakin marak. Arena yang sebelumnya sempat digerebek polisi disebut kembali beroperasi dan didatangi banyak orang.
Salah seorang warga Kecamatan Gantarang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, praktik judi sabung ayam itu rutin digelar setiap Jumat dan Minggu.
“Yang datang bisa ratusan orang. Bukan hanya dari Bulukumba, tapi juga ada yang datang dari Sinjai sampai Bone,”ujarnya.
Menurutnya, lokasi yang berada di tengah hutan membuat para pelaku mudah melarikan diri sebelum aparat tiba di lokasi.
“Tempatnya jauh dari permukiman warga. Jadi kalau ada informasi polisi mau datang, mereka cepat kabur sebelum polisi sampai,” katanya.
Warga menilai, jika aparat serius ingin menangkap para pelaku, penindakan bisa dilakukan dengan strategi penyamaran untuk mengungkap jaringan perjudian tersebut.
“Kalau memang serius mau tangkap, sebenarnya bisa dilakukan penyamaran supaya pelaku tidak sempat lari,”tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid, yang dikonfirmasi terkait aktivitas tersebut mengaku pihaknya akan lebih dulu mengumpulkan informasi sebelum melakukan penggerebekan.
“Kita kumpulkan dulu informasinya,” singkat Andi Imran.***