Diduga di Timbun, BBM Pertalite Langkah di Bulukumba 

Irwan
Irwan
8 Mar 2026 22:59
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran memicu kepanikan warga di tambah adanya dugaan penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab membuat warga kabupaten Bulukumba semakin resah.

Informasi yang dihimpun wartawan di sejumlah SPBU di kabupaten Bulukumba pasokan BBM jenis pertalite dan Pertamax kerap habis secara cepat ini menguatkan dugaan adanya penimbunan menyusul isi adanya kelangkaan.

“Susah sekarang dapat BBM jenis pertalite di sejumlah SPBU, saya sendiri mengalaminya,” kata Dilla warga kecamatan Ujung Bulu, kepada wartawan, Minggu 8 Maret 2026.

Dia bahkan menduga adanya kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di duga adanya penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ini baru dugaan benar tidaknya adanya penimbunan, kami berharap kepolisian bisa segera turun melakukan investigasi atau penyelidikan,” harap Dilla.

Menghilangkan pasokan BBM jenis pertalite utamanya di karena antusias para pemilik kendaraan untuk mengisi full kendaraan mereka juga naik akibat adanya kepanikan warga muncul setelah beredar informasi mengenai potensi kelangkaan BBM akibat pecahnya perang Iran melawan agresi AS dan Israel.

Salah seorang sopir bus, Fadli, mengaku beberapa hari belakangan ini stok BBM jenis pertalite cepat habis di SPBU, padahal tidak ada antrian panjang.

“Saya curiga ada lagi yang bermain dengan cara melakukan penimbunan, kalau begini kasihan kami para sopir dan masyarakat umumnya,” ujar Fadli.

Syukur, manajer salah satu SPBU di kabupaten Bulukumba yang coba dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau kuota dari pertamina memang dibatasi.

“Biasanya 16 KL tapi sekarang turun menjadi 8 KL perhari dan semua diberlakukan di SPBU jadi BBM tidak langkah cuman jatah yang dikurangi,”katanya.

Mengenai adanya dugaan penimbunan BBM jenis pertalite, dia mengaku hal tersebut tidak benar adanya. ***