Banyak Warga Bulukumba Tewas Akibat Sengatan Listrik PLN

Irwan
Irwan
9 Feb 2026 17:35
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Kasus warga tewas akibat tersengat listrik PLN di kabupaten Bulukumba, Sulawasi Selatan terbilang sangat tinggi.

Berdasarkan data yang di kumpulkan, wargas Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan, bernama Sudarmiani (35), diduga tewas akibat sengatan listrik, dirumahnya, pada 4 Mei 2025.

Sementara, wanita berinisial SU (40) warga desa Caramming, kecamatan Bontotiro ditemukan tewas di kebunnya pada Kamis 19 Juni tahun 2025. Korban tewas tekena jeratan babi yang dialiri listrik.

 

Selanjutnya korban bernama Muliati (71) warga kelurahan Benjala, kecamatan Bontobahari ditemukan tewas di kebunnya sendiri pada Minggu 29 Juni 2026 akibat tersengat jeratan babi dialiri listrik

Dibulan berikutnya tepatnya bulan Juli tanggal 9 Juli di tahun yang sama Ahmad (77) warga desa Paccaramengan, kecamatan Ujung Loe di temukan tewas di kebunnya akibat jeratan babi yang dialiri listrik.

Sementara itu di tahun 2026 tepatnya di tanggal pria asal kota Makassar bernama Muhammad Fahrul (32) tewas tersengat listrik saat mengerjakan papan nama di sebuah toko yang terletak di Poros Bulukumba-Sinjai, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Pada Sabtu 7 Februari 2026.

Belum lagi, korban yang tidak terdata akibat sengatan listrik. Bukan hanya manusia, binatang juga tak luput dari jeratan listrik PLN.

Berdasarkan data dari Damkar Bulukumba, penyebab kebakaran didominasi, arus pendek listrik.

Aktivis Cinta Daerah (ACD) Bulukumba, Andi Ahmad meminta PLN sebagai perusahaan penyedia listrik bertangungjawab atas banyaknya kasus orang meninggal akibat tersengat listrik.

” Dengan banyaknya kasus ini, PLN harus mengevaluasi diri, termasuk kabel yang menggantung dekat pemukiman warga katanya.

Dia juga berharap ada kompensasi kepada keluarga korban dan perbanyak sosialisasi bahaya listrik.***