Ketika Negara Membiarkan Anak-anaknya Patah

Irwan
Irwan
4 Feb 2026 22:05
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id- Hari ini kita dipaksa menatap wajah paling telanjang dari ketidakadilan. Seorang anak sekolah dasar kehilangan nyawa, bukan karena perang, bukan karena bencana alam, tetapi karena negara membiarkan kemiskinan merampas hak paling dasar yaitu pendidikan yang layak.

Buku dan pena, barang yang nilainya bahkan tak sebanding dengan satu jam rapat para pengambil kebijakan berubah menjadi tembok penghalang masa depan, ini bukan kisah pilu yang berdiri sendiri, ini adalah hasil dari sistem yang terbiasa menormalisasi penderitaan rakyat miskin, lalu sibuk berduka setelah semuanya terlambat.

Kita muak dengan narasi bahwa pendidikan gratis sudah cukup. Gratis bagi siapa? Selama alat tulis, seragam, dan kebutuhan belajar masih harus ditanggung oleh keluarga miskin ekstrem, maka negara sedang berdusta pada konstitusinya sendiri. Pasal demi pasal tentang hak anak hanya hidup di dokumen, mati di lapangan.

Lebih menyakitkan lagi, negara selalu datang paling akhir. Tidak ada deteksi dini, Tidak ada perlindungan psikososial, Tidak ada keberpihakan nyata. Anak-anak dibiarkan menanggung rasa malu, tekanan, dan keputusasaan sendirian, sementara birokrasi sibuk menghitung angka bukan nyawa.
Jangan arahkan jari pada keluarga korban. Tapi yang seharusnya dituntut adalah sistem yang abai, kebijakan yang elitis, dan pembangunan yang tak pernah benar-benar menyentuh mereka yang paling rentan. Ini adalah kejahatan struktural yang berlangsung lama, rapih, dan dilegalkan oleh pembiaran.

Tragedi ini seharusnya menjadi peringatan keras. Selama negara lebih sibuk menjaga citra daripada melindungi rakyatnya, maka anak-anak miskin akan terus menjadi korban berikutnya. Kami menuntut perubahan, bukan simpati. Kami menuntut kebijakan nyata, bukan belas kasihan sesaat.
Karena ketika seorang anak memilih mengakhiri hidupnya akibat kemiskinan, yang gagal bukan dia, tapi yang gagal adalah negara.

# Gita Lestari.
#Ketua Bidang Internal KOHATI HMI Cabang Bulukumba. ***