Ketfo: Anggota lalulintas polres Bulukumba saat mengatur lalulintas di pertigaan jembatan Lajae, Desa Polewali, kecamatan Gantarang belum lama ini RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Kemacaten kendaraan yang kerap terjadi di simpang tiga jembatan Lajae, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba menuju Jalan Samratulangi dan Kusuma Bangsa, Caile, Kacamatan Ujung Bulu, disebabkan salah satunya adalah tidak adanya parkiran sesuai standar yang dimiliki beberapa toko di sekitar jembatan Lajae.
Hal ini memancing reaksi sejumlah pengendara yang melintas di lokasi yang meminta agar kepolisian, dinas terkait untuk segera menindak tegas pemilik toko yang dinilai menjadi salah satu penyebab kemacaten.
“Banyak biasa pengunjung toko yang ada di sekitar jembatan Lajae yang memarkir kendaraan mereka mengambil separuh jalan, ini yang menyebabkan terkadang macet apalagi saat sore hari,” ujar Rahmat Hidayat pengendara yang melintas, Selasa 30 Desember 2025.
Menurut Rahmat ada beberapa toko di sekitar jembatan Lajae yang beroperasi seenaknya tanpa memperhatikan kondisi lalulintas termasuk padatnya kendaraan yang melintas di depan toko mereka.
Dia mengaku hampir setiap hari melintas di lokasi dan mendapati adanya kendaraan pelanggan toko yang seenaknya memarkir kendaraan mereka mengambil separuh jalan.
“Harusnya pemilik toko menyiapkan lahan parkir, jangan tepi jalan yang di jadikan lokasi parkir, pasti ujung-ujungnya macet,”ujarnya.
Polisi pamong praja kabupaten Bulukumba harus turun melakukan pendataan semua toko yang tidak memiliki lahan parkir yang memadai karena ini menjadi penyebab utama kemacetan.
“Harus diberikan teguran minimal tindak tegas terhadap toko yang tidak memiliki lahan parkir yang memadai, karena biasa separuh jalan dijadikan lahan parkir toko mereka,” tegas Rahmat pengendara sepeda motor, Selasa 30 Desember 2025.
Kasat lantas Polres Bulukumba AKP H Muh Nawir yang dikonfirmasi wartawan berencana akan memanggil pemilik toko yang ada Sri sekitar jembatan Lajae untuk duduk bersama membahas soal lahan parkir yang harus disiapkan.
“Volume kendaraan yang meningkat, serta jam pulang kerja ditambah parkiran kendaraan di beberapa toko di Jalae sangat tidak memadai menjadi salah satu penyebab kemacetan,” Kata Kasat Lantas.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait baik perhubungan, perizinan dan satpol PP untuk menindak lanjuti keluhan pengendara tentang kemacaten yang terjadi di simpang tiga jembatan Lajae, menuju Jalan Samratulangi dan Kusuma Bangsa, kecamatan Ujung Bulu.
Sementara Pelaksana Tugas (PLT) kepala dinas perhubungan kabupaten Bulukumba Idham Khalid yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau satu penyebab kemacaten yang kerap terjadi di pertigaan jembatan Lajae dari arah Jalan Samratulangi dan Kusuma Bangsa adalah banyaknya yang kendaraan parkir di kiri kanan bahu jalan.
“Tugas satpol PP untuk menindak toko yang tidak memiliki lahan parkir yang memadai, dan perizinan bagian izin,” singkatnya.
Sementara pihak kepolisian dari satuan lalulintas dan Dishub hampir setiap sore melakukan pengaturan arus kendaraan yang terjebak macet di sekitaran jembatan Lajae.
Bahkan petugas kepolisian harus kerja extra untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Jembatan Lajae merupakan masuk wilayah desa Polewali kecamatan Gantarang yang merupakan jalan nasional yang setiap hari padat kendaraan.***