Lapak Penjual Petasan dan Kembang Api Bermunculan di Bulukumba

Irwan
Irwan
26 Des 2025 16:28
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), lapak penjual  petasan dan kembang api mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan sejak beberapa hari terakhir.

Pedagang musiman memanfaatkan momentum akhir tahun untuk menambah penghasilan, meski kondisi pembeli belum sepenuhnya ramai.

Salah satu pedagang petasan berusia 20 tahun mengaku mulai berjualan sejak 26 November 2022 yang lalu. Ia merupakan bukan warga asli daerah setempat dan memilih berjualan di pinggir jalan karena dinilai strategis menjelang pergantian tahun.

“Saya datang dari luar kabupaten Bulukumba untuk menjual, karena dari beberapa tahun saya sudah geluti ini pekerjaan,” ujarnya, Jumat 26 Desember 2025.

Menurut dia, memilih kabupaten Bulukumba untuk berjualan petasan dan kembang api karena selain setiap momen pergantian tahun barang dagangannya laris manis.

Lonjakan pembeli biasanya terjadi pada jam-jam tertentu, terutama mulai sekitar pukul 11.00 WITA hingga sore hari. Namun secara umum, tingkat keramaian penjualan tahun ini dinilai tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk harga sendiri, menurut dia bervariasi tergantung dengan jenis, ukuran serta jumlah ledakan kalau di petasan.

“Mulai dari Rp10.000 hingga Rp150.000, tergantung jenis dan ukuran. Dari berbagai pilihan yang tersedia,”ujarnya.

Sementara itu bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengajak semua lapisan masyarakat untuk tidak bermain petasan dan kembang api saat perayaan malam pergantian tahun.

” Kalau bisa uang untuk digunakan untuk belo petasan mending kita sumbangkan ke korban bencana di Sumatera dan Aceh,” kata Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba belum lama ini.

Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto menghimbau seluruh masyarakat Bulukumba untuk merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan positif.

“Saya menghimbau dan berharap agar masyarakat kabupaten Bulukumba tidak bermain kembang api dan petasan saat malam pergantian tahun,” kata Restu Wijayanto.

Dia mengatakan kalau bermain petasan dan kembang api selain membahayakan diri sendiri maupun orang lain.***