Kejari Bulukumba Ikut Sukseskan Kegiatan Generasi Pelajar Anti Korupsi

Irwan
Irwan
9 Des 2025 20:01
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,MAKASSAR- Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Generasi Pelajar Anti Korupsi (GALAKSI) yang berlangsung di Kantor Kejati Sulsel, Senin 8 Desember 2025 lalu.

Acara yang menjadi wadah edukasi antikorupsi bagi pelajar tingkat SMP/sederajat dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Kejaksaan Negeri Bulukumba turut serta dengan mengirimkan delegasi pelajar untuk mengikuti tiga jenis perlombaan, yakni lomba cerdas cermat, lomba pidato bahasa Inggris, dan lomba yel-yel antikorupsi. Para peserta menunjukkan antusiasme dan kreativitas tinggi, menciptakan suasana kompetisi yang seru, interaktif, dan edukatif.

Dalam ajang tersebut, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Wajo berhasil keluar sebagai Juara I, setelah unggul pada beberapa kategori perlombaan.

Kajari Bulukumba, Banu Laksmana, menyampaikan bahwa kegiatan GALAKSI Hakordia bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk kampanye antikorupsi yang dikemas secara menarik agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh para pelajar.

“GALAKSI ini bukan acara seremonial semata, tetapi cara kami menanamkan nilai integritas sejak dini. Melalui perlombaan yang kreatif, pesan antikorupsi lebih mudah diterima dan diterapkan oleh para pelajar,” ujarnya.

Pada momentum peringatan Hakordia ini, Banu juga kembali menegaskan komitmen Kejari Bulukumba dalam memberantas tindak pidana korupsi di wilayah hukumnya, baik melalui langkah penegakan hukum yang tegas maupun upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, menjadikannya salah satu momen penting dalam upaya pembinaan generasi muda agar memiliki karakter jujur, berintegritas, dan antikorupsi.

Dengan terselenggaranya kegiatan GALAKSI 2025, Kejari Bulukumba berharap nilai-nilai antikorupsi dapat semakin mengakar di lingkungan pelajar, sebagai investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi Indonesia yang bersih dari korupsi.***