Kedes Bontonyeleng Andi Mauragawali RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Memasuki musim garap dan tanam padi, kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali mengumpulkan seluruh kelompok tani dan pengencer pupuk di wilayahnya, Kamis 4 Desember 2025.
Pertemuan di ini digelar di aula kantor desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang dengan dihadiri langsung Kepala desa, PPL, bhabinkamtibmas, Babinsa dan toko masyarakat.
Kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali kepada wartawan mengatakan pertemuan ini untuk menindak lanjuti terbitnya keputusan menteri pertanian Republik Indonesia nomor 117/Kpts/SR.310/M/10/2025 pada tanggal 22 Oktober 2025 tentang perubahan atas keputusan menteri pertanian nomor 800/KPTS/SR.310/M/09/2025 tentang jenis harga eceran tertinggi alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2025.
“Untuk menyampaikan kepada seluruh kelompok tani, dan pengencer yang ada di desa Bontonyeleng terkait harga pupuk yang baru sesuai peraturan menteri pertanian,” kata Opu sapaan akrab Andi Mauragawali.
Menurut Opu dirinya mengumpulkan kelompok tani dan pengecer pupuk untuk membahas harga pupuk merupakan tindakan dalam rangka pengawasan dan fasilitasi terhadap penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat desa.
“Tujuannya adalah untuk memastikan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan mencegah praktik penyelewengan,” ujar Opu
Ditambahkan Opu, dia menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen.
Kebijakan tersebut dinilainya sebagai wujud keberpihakan nyata negara terhadap petani kecil di daerah, terlebih khusus di wilayahnya di Desa Bontonyeleng , kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba.
“Ini Luar biasa. Bagi petani penurunan harga pupuk adalah nafas baru. Karena masalah utama selama ini bukan kelangkaan itu sendiri, tapi kemampuan petani untuk menebus pupuk, ” tegasnya.
Opu menilai penurunan harga pupuk subsidi oleh Presiden RI melalui Kementerian Pertanian merupakan inovasi kebijakan yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh petani.
“Pemerintah pusat betul-betul melihat kenyataan di lapangan. Pastinya dengan hal ini petani bersyukur, karena ini meringankan mereka,” katanya.
Namun ia sekaligus mengingatkan bahwa penurunan harga bukan satu-satunya solusi.
“Tidak hanya soal harga pupuk. Harus ada asas manfaat untuk lanjutan ke depan terkait dengan ketahanan pangan. Semua bantuan dari pemerintah harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi petani,” tutupnya.***