Ilustrasi pacuan kuda (foto-int)RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Latihan Bersama (Latber) pacuan kuda yang akan digelar di arena desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) pada Sabtu 22 hingga Minggu 23 November 2025 tidak ada unsur judi.
““Kegiatan ini sudah melalui izin Polres Bulukumba. Kami mengimbau peserta dan masyarakat agar tidak berjudi. Ini murni ajang olahraga dan silaturahmi,”kata Andi Hamzah Pangki ketua Purdasi kabupaten Bulukumba, Kamis 13 November 2025.
Andi Hamzah Pangki, mengatakan kegiatan tersebut akan dipusatkan di kaki gunung, areal persawahan Dusun Jokka.
Latber ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus uji coba menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Wajo–Bone 2026 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB–NTT 2027.
“Ada lima kelas yang akan dibuka, dengan biaya pendaftaran berbeda-beda,” ungkap Andi Hamzah.
Adapun kelima kelas tersebut, yakni kelas.600 meter Lokal A (Rp250 ribu), 700 meter Lokal B (Rp300 ribu), 800 meter Kuda Sumba/Bangkok (Rp350 ribu), 1.000 meter Bangkok (Rp400 ribu), 1.200 meter Calon Derbi Open (Rp500 ribu).
Pendaftaran dibuka mulai 20 November 2025, melalui WhatsApp panitia di 0813 1155 3430, atau langsung di sekretariat panitia di Warkop Ratulangi, Jalan Ratulangi, Kecamatan Ujungbulu.
“Kita menargetkan 100 hingga 125 peserta, dan rencananya juga akan diikuti dari luar daerah,” jelasnya.
Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Andi Hamzah juga menegaskan, kegiatan ini akan berlangsung tertib dan bebas dari praktik perjudian.
Kegiatan Latber tersebutlah mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali. Menurutnya, warga sangat antusias menyambut kegiatan ini karena menghidupkan kembali tradisi lama masyarakat setempat.
“Ini sebenarnya tradisi orang tua kita di sini, biasanya digelar pasca panen atau sebelum menanam padi. Karena perkembangan zaman, tradisi ini mulai terlupakan. Momentum ini menghidupkan kembali semangat itu,” ujar Andi Baso yang akrab disapa Opu.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberi dampak positif bagi UMKM dan promosi potensi desa.
“Dengan adanya Latber ini, banyak pengunjung yang datang. Ini bagus untuk promosi sumber daya alam, budaya, dan adat istiadat Bontonyeleng,” tuturnya.
Sementara itu, seorang warga setempat, Saharuddin mengaku tidak sabar menantikan kegiatan pacuan kuda itu.
“sebenarnya ini arena di Lembang Jokka sudah sejak puluhan tahun sudah ada, namun baru kali ini dipergunakan lagi,” kata Saharuddin.
Ditambahkan Saharuddin kalau berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahun di desa Bontonyeleng.***