Puluhan Miliar Anggaran Fisik Untuk Bulukumba di Potong Pemerintah Pusat

Irwan
Irwan
17 Okt 2025 15:11
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Sejumlah proyek fisik diantaranya irigasi, jalan hingga jembatan di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tahun depan 2026 sudah bisa dipastikan tidak bisa di bangun.

Humas Pemkab Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad kepada wartawan menambahkan penyebab dari batal di bangun dikarebakan puluhan miliar anggaran pemerintah pusat untuk pembagunan fisik di potong.

Dana Alokasi Khusus (DAK) dikurangi , sehingga berdampak pembagunan irigasi, jalan, dan jembatan.

“Jembatan, jalan dan irigasi batal di bangun tahun depan, ada pemotongan anggaran fisik dari pusat,” kata Andi Ayatullah.

Total Rp80 miliar anggaran pembangunan fisik dipotong oleh pemerintah pusat. Ini merupakan bentuk dari efesiensi anggaran di seluruh daerah di Indonesia.

Bulukumba belum merilis nama ruas jalan, jembatan, dan irigasi yang terdampak pemotongan anggaran.

Sementara itu kepala dinas PUTR kabupaten Bulukumba Andi Zulkifli Indra Jaya mengaku ada ratusan kilometer jalan rusak butuh dibangun.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, merencanakan peningkatan pendapatan asli daerah nonpajak agar pembangunan tetap berjalan.

Anggota DPRD Bulukumba asal Kecamatan Kindang, Syamsir, mendesak Dinas PU segera memprioritaskan pembangunan Jembatan Somba Palioi.

“Jembatan itu sudah tua, lutut terasa bergetar sampai jantung terasa mau copot kalau kita melintas di jembatan itu,” ungkap Syamsir saat rapat bersama Pemkab di kantor DPRD Bulukumba.

Ia menegaskan, jembatan tersebut menghubungkan masyarakat antar kecamatan dan desa.

Bahkan Syamsir mengaku kalau jembatan Somba Palioi sejak Indonesia merdeka sampai sampai saat ini belum juga pernah dilakukan perbaikan apalagi pembagunan baru.

Para warga di dua desa tersebut banyak berprofesi sebagai petani dan berkebun, sehingga memang sangat dibutuhkan perbaikan infrastruktur jalan untuk keperluan hasil bumi mereka.

“Jembatan Somba Palioi memang sudah sangat dibutuhkan, untuk memperlancar perekonomian warga di dua desa,” katanya.***