Polisi Selidiki Kasus Kebakaran di Parkiran Kantor Bupati Bulukumba

Irwan
Irwan
9 Okt 2025 19:20
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Kepolisian bergerak cepat melakukan pemasangan garis polisi (police line) di lokasi kebakaran di parkiran kantor Bupati dan barak pekerja proyek gedung Ammatoa di jalan jendral Sudirman , kecamatan Ujung Bulu, Kamis sore 9 Oktober 2025.

Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto melalui Kasi Humas AKP H Marala yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau penyidik kepolisian telah mendatangi tempat kejadian untuk memasang garis polisi sebagai langkah awal dalam melakukan penyelidikan.

“Saat ini kasus kebakaran yang terjadi di parkiran kantor Bupati Bulukumba yang ikut menghanguskan empat unit mobil telah dipasang garis polisi dan dimulainya proses penyelidikan,” katanya.

Polisi akan memeriksa sejumlah saksi termasuk pekerja proyek gedung ammatoa yang diduga sebelumnya sumber api barasal dari barak para pekerja yang bersebelahan dengan lokasi kebakaran.

Sampai saat ini belum diketahui apa penyebab pasti kebakaran yang terjadi di parkiran kantor Bupati Bulukumba, karena proses penyelidikan masih berjalan.

Sementara itu Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melalui Kabid Humas Andi Ayatullah Ahmad kepada wartawan mengatakan dalam kasus kebakaran yang terjadi di parkiran kantor Bupati sepenuhnya telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

” Pemasangan garis polisi itu untuk kepentingan penyelidikan. Kami menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Polres Bulukumba,”ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, penyidik yang berada di lokasi enggan memberikan keterangan lebih jauh dengan alasan proses pemeriksaan masih berlangsung.

Kebakaran parkiran kantor Bupati Bulukumba terjadi kamis sore tadi sekitar pukul 14:42 WITA.

Akibat kebakaran tesebut empat unit mobil mini bus yang terparkir hangus terbakar api, petugas pemadaman kebakaran baru bisa memadamkan kobaran api setelah mengerahkan hampir semua kendaraan operasional.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.***