Ketfo : Sejumlah anak TK di desa Bontonyeleng, kecamatan Gantarang saat menikmati MBG RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Puluhan anak TK Pertiwi di dusun Topaleo, desa Bontonyeleng,kecamatan Gantarang terlihat menyambut antusias program Makanan Bergizi Gratis (MBG) beberapa hari terkahir.
Dari sejumlah pengakuan orang tua wali mengatakan kalau anak TK mengaku senang dengan pembagian MBG gratis selama tiga hari belakangan ini.
“Alhamdulillah sudah sekitar tiga hari masuk MBG di TK tempat cucu saya sekolah dan setiap makan semua habis, bahkan minta tambah,” ujar Rosmi nenek salah seorang anak TK Pertiwi, Rabu 8 Oktober 2025.
Menurut Rosmi kalau pembagian MBG bagi anak TK dinilai sangat membantu para orang tua, karena tidak lagi kebawah bekal untuk anak mereka.
“Sudah beberapa hari saya tidak bungkuskan nasi cucu saya, karena sudah ada pembagian MBG di sekolahnya,” ujarnya.
Rosmi dan semua orang tua wali berharap agar kebersihan MBG bisa dijaga, agar tidak ada anak yang keracunan seperti berita-berita di sejumlah media sosial.
Sementara itu kepala desa Bontonyeleng Andi Mauragawali menyambut baik dengan mulai tersalurkannya MBG di sejumlah sekolah di desanya.
Opu sapaan akrab Andi Baso Mauragawali mengatakan kalau ada beberapa sekolah yang ada di desa Bontonyeleng sejak beberapa hari lalu mulai mendapatkan pembagian MBG dan sampai saat ini belum ada keluhan baik dari guru, siswa maupun orang tua wali.
“Semoga kuwalitas MBG bisa terus dijaga oleh penyedia, agar tidak ada siswa yang menjadi korban keracunan atau sakit akibat sudah memakan MBG,” harap Opu.
Lanjut Opu dia meminta kepada pihak sekolah, orang tua, maupun siswa untuk berani melaporkan kalau menemukan adanya kerusakan makanan seperti basi, nasi mentah, ataupun temuan lainya yang dinilai tidak sesuai dengan MBG.
“Saya kemarin sudah tegaskan kalau ada temuan masalah MBG di desa saya, maka saya hentikan penyaluran khusus di desa Bontonyeleng,” tegas Opu.
Opu berharap semua penyedia MBG untuk tetap menjaga kuwalitas bahan yang digunakan agar tidak ada siswa yang menjadi korban seperti daerah lainya di luar Bulukumba. ***