Pemenang Lomba O2SN Bulukumba Kecewa, Dua Bulan Hadiah Belum Diterima

Irwan
Irwan
3 Okt 2025 00:18
Daerah 0
4 menit membaca

RUBRIKNEWS.id,BULUKUMBA- Pergelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang diselenggarakan pada bulan Juli 2024 lalu oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba menuai kekecewaan dari para peserta.

Kekecewaan ini diungkapkan langsung oleh HM , salah seorang wali siswa yang anaknya ikut ajang O2SN tersebut.

Kepada rubriknews.id, HM mengungkapkan jika anaknya dua anaknya yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti salah satu cabang pertandingan di ajang O2SN tingkat Kabupaten Bulukumba tersebut.

Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tersebut kedua anaknya meraih juara 1 dan 3 , namun sampai saat ini tropi juara dan hadiah pembinaan belum juga diterima.

“Saya sangat kecewa, bayangkan sudah kurang lebih 2 bula usai digelar belum juga diterima tropi dan uang pembinaannya,” kata HM, Kamis 2 Oktober 2025.

HM mengaku kalau seharunya anaknya yang meraih juara 1 mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp1.500.000 dan juara 3 mendapatkan Rp1.000.000, namun belum juga masuk ke rekening anaknya.

Menurut HM saat itu pihak dari Disdikbud meminta agar anaknya membuka rekening di bank Sulselbar, namun setelah selesai belum juga diberikan sampai saat ini.

“Harusnya sejak bulan Agustus sudah masuk ke rekening anak saya , tapi ini sudah masuk bulan Oktober 2025 belum juga,” ujar HM kepada wartawan.

Padahal lanjut HM saat itu semua syarat untuk mendapatkan uang pembinaan telah dilalui mulai dari pembuatan rekening sampai penandatanganan berkas pencairan telah dilakukan, namun lagi-lagi belum terealisasi.

“Jangankan uang pembinaan, tropi untuk juara saja belum diberikan sampai saat ini,” ucapnya.

Selama pelaksanaan O2SN di kabupaten Bulukumba, baru kali ini terjadi hal mengecewakan seperti ini, ini bahkan merusak mental anaknya yang harusnya telah mendapat tropi hingga uang pembinaan, namun sampai saat ini hanya menjadi janji-jani saja.

“Bukan persoalan jumlah uang pembinaan dan tropinya, namun ini hak dari anak saya dan merupakan penyemangat bagi mereka setelah sempat berjuang di O2SN, namun ini malah merusak semangat mental para pemenang,” kesal HM.

Tambah HM bahkan bukan saja anaknya , namun informasi yang didapatkan semua pemenang dari berbagai cabang olaraga belum juga mendapatkan hak mereka.

“Harusnya dari awal di sampaikan kepada para anak-anak yang ikut bertanding kalau tropi dan uang pembinaan kemungkinan lambat diserahkan dengan sesuatu hal, tapi ini tidak ada juag penyampaian apa sebab akibatnya, makanya anak saya sangat kecewa,” kata HM.

Dia berharap agar Disdikbud kabupaten Bulukumba bisa segera menindak lanjuti persoalan ini dan segera memberikan hak kedua anaknya serta para juara lainya.

Sementara itu NA salah seorang pelatih canang olaraga yang dipertandingkan di O2SN membenarkan keluhan dari para juara yang sampai saat ini belum juga menerima hak mereka sebagai juara.

“Saya pelatih dari anak HM juga sangat kecewa dengan belum adanya kejelasan kapan tropi hadiah dan uang pembinaan di berikan kepada para juara,” kata NA melalui sambungan telpon selulernya.

NA bahkan mengaku telah beberapa kali menpertayalan soal ini ke Disdikbud kabupaten Bulukumba, namun belum juga ada kejelasan.

Disdikbud berdalih kalau keterlambatan pemberian tropi dan uang pembinaan kepada para juara di O2SN disebabkan belum adanya pencairan dari dinas keuangan.

“Sudah beberapa kali saya telpon ke Disdikbud tapi alasanya banyak sekali, inilah itulah,” kata NA.

Dia mengaku sangat kecewa dengan belum diberikannya hak para anak didiknya yang juara di O2SN, NA berharap agar kepala dinas pendidikan atau yang berkompeten bisa segera memberikan hak para juara di O2SN tahun ini.

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Bulukumba yang digelar pada bulan juli tahun 2025 lalu.

Ajang ini diikuti oleh 247 peserta didik dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bulukumba yang siap bertanding dan mengukir prestasi dalam berbagai cabang olahraga.

Jenjang SD, sebanyak 125 siswa dari 10 kecamatan mengikuti kompetisi ini. Rinciannya meliputi 21 peserta untuk cabang pencak silat, 25 peserta pada cabang karate, 26 peserta di cabang senam, 15 peserta untuk lomba renang, 20 peserta pada bulutangkis, dan 18 peserta untuk cabang atletik.

Sementara itu, di jenjang SMP, tercatat 122 siswa dari 33 sekolah turut berpartisipasi. Mereka berasal dari SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 47, termasuk satuan pendidikan terpadu serta MTs Babul Khaer. Para siswa akan bertanding dalam lima cabang lomba: pencak silat yang diikuti oleh 15 peserta, karate dengan 7 peserta, renang dengan 27 peserta, bulutangkis dengan 31 peserta, dan cabang atletik dengan jumlah peserta terbanyak yaitu 42 siswa.

Sementara itu kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bulukumba Andi Buyung yang dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau semua hak dari para juara di O2SN di pastikan akan dibayarkan , namun ada beberapa kendala sehingga ada keterlambatan.

Salah satu kendalanya menurut Andi Buyung salah satunya adalah ada beberapa rekening siswa belum valid , karena mekanismenya non tunai sehingga harus ditransfer ke rekening siswa.

Didinas pendidikan dan kebudayaan saat ini pembayaran dilakukan secara non tunai bukan lagi tunai, ini untuk menghindari adanya pemotongan hak.

“Insya Allah semua akan mendapatkan hak nya, setelah perbaikan clear kita ajukan pencairan dan di transfer ke rekening masing-masing,” tegasnya.

Mengenai tropi untuk para siswa akan diserahkan saat seremoni.***