Usai Kabupaten Pati, Bone Memanas Ribuan Warga Demo Tolak Kenaikan PBB-P2

Irwan
Irwan
19 Agu 2025 21:33
Daerah 0
2 menit membaca

RUBRIK.co.id,BONE- Warga kabupaten Pati , Jawa Tengah beberapa hari lalu sempat bergejolak setelah ribuan warga mengepung kantor Bupati melakukan aksi protes kenaikan pajak PBB-P2, hal ini berembes ke Sulawesi Selatan.

Ribuan warga kabupaten Bone, Sulawesi Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati dari siang sampai malam hari, Selasa 19 Agustus 2025.

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial ribuan warga melakukan aksi  demonstrasi menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ricuh.

Ratusan petugas pengamanan dari Satpol PP, Polisi , TNI Hingga Brimob diterjunkan untuk melakukan pengamanan di kantor Bupati Bone.

Bahkan dalam video yang beredar massa aksi mulai beringas dengan melemparkan benda keras seperti batu ke arah petugas yang melakukan pengamanan di depan kantor Bupati.

Pagar besi yang menjadi pembatas antara massa dan aparat keamanan tidak mampu menahan desakan ribuan pendemo.

Mereka menuntut pembatalan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dinilai melonjak hingga 300 persen.

Bahkan demonstran melakukan pembakaran  ban di tengah jalan dan melempar botol air mineral ke arah aparat.

Melihat kondisi tersebut petugas keamanan dari kepolisian mulai menyemprotkan water Canon ke arah demonstran.

Rafli Fasyah perwakilan massa aksi mengatakan  kenaikan PBB-P2 sangat memberatkan masyarakat.

Dia menganggap  kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat kecil yang kini tengah berjuang menghadapi kondisi ekonomi sulit.

“Jangan hanya demi pendapatan daerah, rakyat yang jadi korban. Warga Bone akan terus melakukan protes sampai pemerintah  mencabut kenaikan PBB-P2,” tegasnya.

Para massa aksi juga mendesak pemerintah  kabupaten Bone dalam hal ini bupati dan jajaran terkait membuka ruang dialog dan menunda penerapan kenaikan tarif hingga ada kajian ulang yang melibatkan masyarakat.***