Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bulukumba mulai memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kantornya untuk bercocok tanam.
Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional serta Gerakan Tanam Lombok Nikmati Hasilnya (GEMOIH) yang digagas Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama TP PKK.
Di halaman belakang Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para pegawai menyulap area eks Balai Latihan Kerja (BLK) seluas 1.032 meter persegi menjadi kebun produktif.
Lahan tersebut digemburkan secara manual dan menggunakan traktor, lalu dipupuk dengan pupuk organik sebelum ditanami cabai dan tanaman jangka pendek lainnya.
“Lahan ini kita olah berkat motivasi yang selalu disampaikan oleh Bapak Bupati Bulukumba, agar lahan yang menganggur bisa ditanami tanaman produktif,” kata Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah.
Hal serupa dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Lahan kosong seluas lebih dari satu hektare kini ditanami cabai, pohon sukun, dan mangga, serta dilengkapi kolam ikan nila berukuran 45 x 30 meter yang menampung 30 ribu ekor benih.
“Kita tanam cabe, sukun dan mangga. Kemudian kita juga buat kolam ikan nila,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Buyung Saputra, Jumat 1 Agustus 2025.
Sementara itu, halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) telah lebih dulu dimanfaatkan oleh petugas pemadam kebakaran untuk menanam cabai.
Kegiatan ini dilakukan saat waktu senggang, dan kini mereka sudah mulai menikmati hasil panennya.
“Kita sekarang sudah mulai panen cabe terakhir, sambil melakukan peremajaan tanaman kembali,” ungkap salah satu petugas.
Pemkab Bulukumba terus mendorong gerakan bercocok tanam melalui program GEMOIH, dengan harapan mampu menekan inflasi dan meningkatkan ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar.
TP PKK juga aktif mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk memanfaatkan halaman rumah mereka sebagai kebun keluarga guna menanam cabai dan sayuran lain. ***